Breaking News:

Jangan Sepelekan Sakit yang Sering Timbul di Ulu Hati, Dokter: Waspada Batu Empedu

dr. Bonauli Simajuntak, Sp.B. Subsp. BD(K) menghimbau untuk berhati-hati terhadap keluhan kesehatan yang kerap timbul.

tribunnews.com
Ilustrasi alami keluhan di ulu hati 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Bonauli Simajuntak, Sp.B. Subsp. BD(K) menghimbau untuk berhati-hati terhadap keluhan kesehatan yang kerap timbul.

Di antaranya seperti sering mengeluhkan sakit di ulu hati selama berbulan-bulan dan minum obat magh lama dengan keluhan hilang timbul maka segera berkonsultasi dengan dokter.

Karena bisa jadi keluhan tersebut mengindikasikan adalah masalah batu empedu.

Baca juga: dr. Eka Ginanjar Menyarankan untuk Memeriksakan Diri Meskipun Batu Empedu Masih Berukuran Kecil

Dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan dokter, akan ditemukan diagnosis yang sesuai dengan keluhan pasien.

Sehingga penanganan bisa segera dilakukan dengan tepat.

Ilustrasi konsultasi dengan dokter
Ilustrasi konsultasi dengan dokter (sajiansedap.grid.id)

"Periksakan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut, setidaknya lakukan USG (ultrasonografi)," ucap Bona dilansir Trubunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

Deteksi Batu Empedu

dr. Indra Marki, Sp.PD-KGEH menjelaskan cara mendeteksi penyakit batu empedu.

Menurut pemaparannya, cara teraman untuk mendeteksi penyakit batu empedu ialah menggunakan ultrasonografi (USG).

Baca juga: Operasi Penyakit Batu Empedu, Ini Hal yang Perlu untuk Diketahui dari dr. Maulahela, Sp.PD-KGEH

Meski dikatakan sebagai alat deteksi paling aman, namun pemeriksaan USG ini hanya memiliki tingkat keefektifitasan berkisar 40 persen.

2 dari 4 halaman

Bahkan terkadang jika ukuran batunya terlalu kecil, maka tidak dapat terdeteksi oleh USG ini.

Namun tak perlu risau, ada pemeriksaan lain yang menghasilkan hasil lebih jelas. Adalah pemeriksaan CT Scan.

Ilustrasi pemeriksaan dokter
Ilustrasi pemeriksaan dokter (Pixabay)

Sementara untuk melihat kondisi di saluran empedu daoat dilakukan dengan MRI (Magnetic resonance imaging).

"Terkadang CT Scan juga bisa, tetapi besar posisinya agak sulit," tambah Indra.

Faktor Risiko Batu Empedu

Penyakit batu empedu memiliki dua jenis yakni batu kolesterol dan batu pigmen.

Baca juga: Waspada, Batu Empedu Lebih Beresiko Dialami Wanita. Ini Alasan dr. Caturya Windy

Sekitar 80 sampai 90 persen kasus batu empedu, terjadi diakibatkan oleh batu kolesterol.

Penyakit batu empedu jenis batu kolesterol cenderung disebabkan oleh beragam faktor risiko.

Di antaranya:

- Makan berlemak secara berlebihan

Ilustrasi seseorang yang mengalami obesitas
Ilustrasi seseorang yang mengalami obesitas (pixabay.com)
3 dari 4 halaman

- Kegemukan

- Berusia lebih dari 40 tahun

- Perempuan.

Penanganan Batu Empedu

Perlu diketahui, bahwa penyakit batu empedu acapkali tidak bergejala.

Baca juga: Pentinya Memperhatikan Asupan Makanan dalam Mengantisipasi Penyakit Batu Empedu

Untuk itu perlu dibedakan terlebih dahulu karakteristiknya.

Berdasarkan pemaparan Bonauli, bahwa dalam penanganan kantung batu empedu jika menimbulka gejala, maka ada tindakan khusus untuk menanganinya yakni melalui operatif.

Dalam prosedurnya, tindakan operatif dilakukan dengan mengangkat kantung empedu.

ilustrasi kantung empedu
ilustrasi kantung empedu (nasional.kompas.com)

Tak perlu khawatir jika kantung empedu diambil, karena tindakan ini hanya mengambil produksi cadangannya saja.

Baca juga: Apakah Proses Penyembuhan Batu Empedu Harus Dilakukan Operasi, Dok?

Penjelasan dr. Bonauli Simajuntak, Sp.B. Subsp. BD(K) dan dr. Indra Marki, Sp.PD-KGEH ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

4 dari 4 halaman

(Tribunhealth/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved