Breaking News:

Jangan Mencium Bayi setelah Merokok karena Bisa Menularkan Partikel Berbahaya, Begini Kata Dokter

Menurut dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes alangkah baiknya setelah merokok membersihkan diri dan mengganti baju terlebih dahulu.

Pexels
Ilustrasi ayah mencium bayi setelah merokok, begini dampaknya menurut dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes 

TRIBUNHEALTH.COM – Sobat sehat perlu tahu jika mencium bayi setelah merokok atau terpapar asap rokok dapat menimbulkan bahaya.

Bahaya jangka pendek dari menggendong dan mencium bayi setelah merokok bisa menyebabkan Sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi sehat yang berusia di bawah 1 tahun.

Risiko SIDS meningkat apabila bayi terpapar residu rokok dari lingkungan sekitarnya sejak lahir.

Untuk membahas mengenai informasi kesehatan paru-paru, kita bisa bertanya langsung dengan Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja yang sudah berkompeten seperti dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes.

Baca juga: dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P Terangkan Penanganan yang Tepat untuk Penderita Bronkitis

ilustrasi merokok yang membahayakan kesehatan, begini ulasan dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes
ilustrasi merokok yang membahayakan kesehatan, begini ulasan dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes (Freepik.com)

Baca juga: Inilah yang Harus Dilakukan oleh Orang Tua jika Memiliki Anak Penyandang Disabilitas Intelektual

dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes merupakan Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo.

dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes lahir Sragen, 19 April 1983.

Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tahun 2009.

Setelah itu dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes melanjutkan program Pasca Sarjana jurusan Biomedik-Megister Kedokteran Keluarga pada tahun 2012 hingga 2017 di Universitas yang sama ketika menempuh pendidikan S1.

Rupanya di tahun yang sama, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes juga mengambil program Pendidikan Dokter Spesialis-I Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (PPDS-1).

Sejak tahun 2020 hingga saat ini, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes mengambil program doctoral di program studi ilmu kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2 dari 3 halaman

Sejak tahun 2015 hingga tahun 2018, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes kerap kali mengikuti berbagai pelatihan.

Salah satu pelatihan yang ia ikuti pada tahun 2017 adalah Pelatihan Penaggulangan TB Nasional Kementerian Kesehatan RI Daerah Jawa Tengah.

Terakhir, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes mengikuti pelatihan TB DOTS Bagi Petugas Dokter dan Petugas Kesehatan, PDPI Cabang Surakarta yang diselenggarakan pada tanggal 03-07 September 2018.

Baca juga: Tindakan Bedah Plastik Bisa Dilakukan Sejak Bayi untuk Atasi Kondisi Tertentu Seperti Bibir Sumbing

Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes
Dokter Spesialis Konsultan Paru Kerja, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes (Dok. Pribadi dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes)

Baca juga: Memahami Prosedur Bedah Plastik Menurut Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetik

Perlu diketahui jika sebelum bekerja di Rumah Sakit Nirmala Sukoharjo, rupanya dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes bekerja di Puskesmas Marowo, Kab. Tojo Una-una, Sulawesi Tengah pada tahun 2011 hingga 2012.

Selain itu, ia juga menjadi dosen tetap di Universitas Sebelas Maret sejak tahun 2017 hingga saat ini.

dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes akan menjawab seluruh pertanyaan Tribunners terkait kesehatan paru-paru sebagai berikut.

Pertanyaan:

Semisal merokok jauh dari bayi, namun setelah itu tetap mencium bayi apakah bau nafas dan sisa-sisa asap di mulut masih berbahaya untuk bayi dok?

Terima kasih.

Syahrizal, Tinggal di Pacitan.

3 dari 3 halaman

Dokter Spesialis Konsultan Paru, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes menjawab:

Ada istilahnya third hand smokers, jadi perokok ketiga.

Kasus-kasus seperti ini, misalnya orang tuanya merokok atau mungkin perokok pasif dari kantor misalnya itu menempel.

Begitu kita mendekati anak kita maka bisa terhirup.

Baca juga: Tips Cegah Anak Alami Gigi Berlubang Akibat Terbiasa Minum Susu pada Botol, Ikuti Panduan Dokter

Ilustrasi bermain dengan anak setelah merokok, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes ungkap dampaknya
Ilustrasi bermain dengan anak setelah merokok, dr. Hendrastutik Apriningsih, Sp.P, (K), M.Kes ungkap dampaknya (Pexels)

Baca juga: Sebelum Melakukan Bleaching Gigi, Sebaiknya Memahami Terlebih Dahulu Manfaat Perawatan Ini

Misalnya merokok juga diruangan, kemudian di ruangan tersebut ada gordennya dan dipakai bermain oleh anak-anak maka bisa juga menularkan partikel berbahaya kepada anaknya.

Alangkah sebaiknya memang sebelum bertemu dengan anak-anak kalau terpapar dengan asap rokok sebaiknya mandi terlebih dahulu, menggosok gigi, membersihkan diri dan berganti baju terlebih dahulu.

Upaya ini untuk meminimalkan third hand smokers.

Baca juga: Menurut drg. Putu Eka Mery Utami Putri Sebaiknya Bleaching Gigi Dilakukan Pada Usia Diatas 17 Tahun

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved