Breaking News:

Penelitian: Anosmia saat Positif Covid-19 Jadi Tanda Bagusnya Kekebalan Tubuh

Pasien Covid yang kehilangan indra penciuman dan perasa dua kali lebih mungkin memiliki antibodi yang lama setelah infeksi

tribunnews.com
ilustrasi anosmia 

TRIBUNHEALTH.COM - Infeksi Covid dapat menyebabkan beragam gejala jangka pendek dan jangka panjang, yang sebagian besar mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Namun, dalam sebuah studi baru, para peneliti telah menemukan bahwa tanda-tanda hilangnya indra perasa atau penciuman (anosmia) yang mengganggu dapat mengindikasikan bahwa tubuh memiliki respons kekebalan yang lebih kuat.

Temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE mengungkapkan bahwa pasien Covid yang kehilangan indra penciuman dan perasa dua kali lebih mungkin memiliki antibodi yang lama setelah infeksi.

Dilansir TribunHealth.com dari India Times, berikut ini uraiannya.

Sekilas mengenai penelitian

Ilustrasi kesiapan mengakhiri pandemi Covid-19
Ilustrasi kesiapan mengakhiri pandemi Covid-19 (pixabay.com)

Studi oleh para peneliti dari Universitas Columbia melibatkan 306 orang dewasa dari Manhattan utara, Kota New York, yang mengalami infeksi Covid pada bulan-bulan pertama pandemi.

Sekitar dua pertiga orang dalam penelitian tersebut melaporkan menderita kehilangan indra penciuman atau perasa ketika mereka terinfeksi virus Corona.

Peserta penelitian kemudian diundang untuk tes darah antibodi setidaknya dua minggu setelah infeksi mereka berlalu.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, Jubir Kemenkes: Vaksinasi Tetap Harus Digalakkan

Data tingkat antibodi Covid

Tingkat antibodi Covid berkurang seiring waktu.

2 dari 3 halaman

Ini membuat seseorang yang terinfeksi virus akhirnya dites negatif untuk protein penangkal virus.

Hasil tes antibodi tersedia untuk 266 dari 306 peserta.

Dari jumlah tersebut, 176 dinyatakan positif antibodi penangkal Covid.

Di sisi lain, 90 peserta dinyatakan negatif.

Penjelasan mengenai temuan tersebut

ilustrasi dilakukannya vaksinasi covid-19
ilustrasi dilakukannya vaksinasi covid-19 (kompas.com)

Menurut temuan penelitian, 71 persen peserta penelitian yang melaporkan kehilangan indra perasa atau penciuman memiliki antibodi Covid.

Di sisi lain, dari mereka yang tidak melaporkan gejala ini, hanya 57 persen dinyatakan positif antibodi penangkal Covid.

Ini menunjukkan bahwa orang yang kehilangan indra perasa dan penciuman sekitar 100 persen lebih mungkin untuk dites positif antibodi penangkal Covid dibandingkan mereka yang tidak mengalami gejala ini.

Baca juga: Cephalgia Termasuk Gejala Utama Covid-19 pada Orang yang Telah Divaksin, Apa Itu?

Keterbatasan penelitian

Kehilangan indra perasa dan penciuman merupakan gejala yang lebih umum pada tahap awal pandemi.

3 dari 3 halaman

Karena vaksinasi dan varian Covid baru, gejala ini kini menjadi kurang umum.

Hal ini membuat relevansi studi baru tersebut tidak jelas karena para peserta tidak divaksinasi dan virusnya juga telah bermutasi sejak bulan-bulan awal pandemi.

Kiat untuk meningkatkan indra perasa yang melemah

ilustrasi anosmia
ilustrasi anosmia (kompas.com)

Dalam diet harian Anda, sertakan makanan yang memiliki aroma atau rasa yang kuat secara alami, seperti keju yang kuat atau kacang panggang.

Sertakan juga bumbu aromatik, bumbu dan rempah-rempah untuk meningkatkan rasa pada makanan yang Anda masak dan makan.

Cobalah makan makanan yang memiliki tekstur dan warna berbeda.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved