Breaking News:

Psikolog: Tipe Kepribadian Orang Tua Ternyata Mempengaruhi Gaya Pengasuhan Anak

Tanpa disadari, pola asuh orangtua ternyata dapat mempengaruhi kepribadian anak. Sebagai orangtua harus memberikan pola asuh yang tpat.

kompas.com
ilustrasi pola asuh orangtua yang baik untuk anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Tanpa disadari pola asuh ternyata berpengaruh terhadao kehidupan kita sehari-hari.

Pola asuh mulai diberikan sejak usia 3 tahun.

Artinya anak sudah diajarkan untuk memilih makanan, memilih warna baju, maupun memilih mainan.

Ketika anak memiliki keinginan, maka anak tersebut bisa mewujudkan keinginannya.

Namun anak juga diajarkan hal-hal yang dipilih yang tidak sesuai dan orang tua harus memberikan penjelasan.

Sehingga anak akan terbiasa, apabila dilarang mereka akan mengetahui alasannya.

ilustrasi pola asuh orangtua yang baik untuk anak
ilustrasi pola asuh orangtua yang baik untuk anak (kompas.com)

Baca juga: Tanamkan Pola Asuh pada Anak Sejak Dini, Psikolog: Bisa Membuat Anak Jadi Mudah Diarahkan

Sebagai orangtua tidak asal mengatakan "tidak boleh" tanpa menjelaskan alasan mengapa tidak diperbolehkan.

Adib Setiawan menyampaikan, jangan sampai orangtua mengatakan tidak boleh tetapi anak juga tidak memahami alasannya.

Dengan memberikan alasan, maka akan melatih anak untuk berpikir lebih kritis.

Pola pemikiran orangtua yang open minded (pemikiran terbuka) dan close minded (pemikiran tertutup) bisa berpengaruh terhadap kehidaupan anak.

2 dari 4 halaman

Orangtua open minded (pola pikir terbuka) akan menerima masukan-masukan, menerima perubahan dan juga menerima pendapat anak.

Sedangkan orangtua close minded (pola pikir tertutup) pemikiran orangtua cenderung tertutup tidak menerima pendapat anak, dan juga merasa benar sendiri.

Baca juga: Adib Setiawan: Penerapan Pola Asuh Harus Seimbang Antara Aturan, Kasih Sayang, dan Tanggung Jawab

Tipe kepribadian orangtua ternyata juga turut mempengaruhi gaya pengasuhan pada anak.

Dasar-dasar pengasuhan yang paling teapt untuk anak yaitu menyeimbangkan antara aturan dan kasih sayang.

Adib Setiawan menyampaikan bahwa dimensi dari pola asuh terdiri dari aturan dan kasih sayang.

Artinya orangtua menyeimbangkan antara aturan dan kasih sayang.

Dengan kata lain orangtua yang mengatur, jangan sebaliknya anak yang mengatur orangtua.

Adanya kasih sayang bahwa orangtua menyayangi anaknya, namun kasih sayang itu juga tidak berlebih sehingga anak dilatih kemandirian sesuai dengan usianya.

Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Pola Asuh Otoriter dari Psikolog Adib Setiawan, S. Psi, M. Psi.

Pola asuh orangtua sangat berpengaruh terhadap masa depan anak, apakah saat dewasa nanti anak akan mengalami gangguan psikologis atau tidak.

Tak hanya itu saja, pola asuh orangtua juga bisa mempengaruhi kesuksesan anak.

3 dari 4 halaman

Orangtua adalah orang yang paling dekat dengan anak.

Adib Setiawan menyampaikan, hampir 95 persen bahkan 99 persen seorang anak paling dekat dengan orangtua.

Artinya, kehidupan anak sebagian besar dipengaruhi oleh kdua orangtua.

Bahkan masa depan anak yang sangat-sangat berhasil tergantung dari orangtua.

Seringkali kita temui orangtua ada yang membiarkan sang anak bahkan ada juga yang mengekang anak.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat dalam Menanamkan Pola Asuh pada Anak, Psikolog Sebut Salah Satu Tips Parenting

Adib Setiawan juga menyampaikan, pola asuh yang paling tepat adalah pola asuh autoritatif atau demokratif.

Pola asuh yang baik adalah pola asuh yang menyeimbangkan aturan dan juga kasih sayang.

Jika terlalu sayang tanpa aturan akan bahaya, artinya anak terlalu dimanja.

Apabila terlalu otoriter atau terlalu banyak aturan, maka anak juga akan tertekan.

Semakin banyak aturan dan mengekang, maka pola asuh tersebut adalah otoriter.

4 dari 4 halaman

Sedangkan semakin menyayangi tanpa adanya aturan ialah pola asuh permisif.

Baca juga: Pola Asuh yang Diserap Anak Juga Dipengaruhi oleh Situasi Lingkungan, Begini Kata Adib Setiawan

Ditengah-tengah antara otoriter dan permisif adalah demokratis atau disebut juga dengan autoritatif.

Adib Setiawan menyampaikan, tentunya pola asuh yang baik utnuk anak adalah demokratis.

Karena pola asuh yang terlalu otoriter atau terlalu dikekang, maka anak seolah-olah tidak punya suara dimata orangtua karena segala sesuatu ditentukan oleh orangtua sehingga kedepannya anak tidak akan mandiri.

Terlalu sayang atau tidak ada aturan, semua kebutuhan anak disiapkan oleh orangtua sehingga anak tidak akan mandiri.

Karena ketika anak sudah besar, semua akan dicukupi oleh orangtua.

Sedangkan pola asuh autoritatif dan demokratis artinya anak memiliki kebebasan yang bertanggung jawab, adanya aturan-aturan yang harus dijalankan, dan memiliki hak bersuara maupun hak mengutarakan pendapat.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan Adib Setiawan S.Psi., M.Psi. Seorang psikolog keluarga dan pendidikan anak.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved