Breaking News:

Dokter Sebut jika Hemofilia Berkaitan dengan Kromosom yang Membuat Perempuan Menjadi Pembawa Sifat

Menurut dr. Olga Rasiyanti Siregar penyandang hemofilia umumnya adalah laki-laki dan dipastikan bahwa sang ibulah yang merupakan pembawa sifat.

Pixabay.com
Ilustrasi penderita hemofilia yang membuat darah sulit membeku, begini penjelasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Hemofilia terjadi ketika darah kekurangan protein pembentuk faktor pembekuan.

Perlu diketahui jika hemofilia merupakan penyakit keturunan yang mengganggu proses pembekuan darah.

Selama ini diketahui jika penyandang hemofilia umumnya adalah laki-laki, apabila seorang laki-laki menyandang hemofilia, maka bisa dipastikan bahwa sang ibulah yang merupakan pembawa sifat (carrier).

Berdasarkan keterangan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) hemofilia berkaitan dengan kromosom.

Kromosom perempuan adalah XX sementara laki-laki adalah XY.

Baca juga: Kemenkes Ambil Langkah Antisipatif untuk Cegah Gagal Ginjal Akut pada Anak

ilustrasi penderita hemofilia, begini penjelasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
ilustrasi penderita hemofilia, begini penjelasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (m.tribunnews.com)

Baca juga: Gagal Ginjal Akut pada Anak Tidak Berhubungan dengan Vaksinasi hingga Infeksi Covid-19, Cek Faktanya

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

"Dia (perempuan) berarti dua nih kromosom Xnya, dan yang terkena hanya X saja. Kalau dua-duanya terkena pada perempuan pasti meninggal nih, apakah di dalam janin. Setidaknya di dalam janin sudah meninggal tuh anak," ucap dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

"Jadi tidak mungkin pada perempuan," timpal dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

"Pada laki-laki mangkanya dia hanya satu pada X karena dia ada Y nya. Nah, si Xnya ini dibawa oleh ibunya," ulas dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) menegaskan jika perempuan hanyalah pembawa sifat.

2 dari 3 halaman

Berdasarkan keterangan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) terdapat istilah yang disebut obligated hemofilia atau pasti pembawa hemofilia.

"Apa itu pembawa hemofilia, satu pada perempuan yang mempunyai dua anak laki-laki penderita hemofilia pasti si ibunya adalah pembawa," kata dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Baca juga: Stop Lakukan Gerakan Memutar saat Menyikat Gigi, Dokter Beri Penjelasan Cara Sikat Gigi yang Benar

Ilustrasi pendarahan yang tidak berhenti akibat menderita hemofilia, begini pemaparan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
Ilustrasi pendarahan yang tidak berhenti akibat menderita hemofilia, begini pemaparan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (palembang.tribunnews.com)

Baca juga: Fakta Obat Sirup Bisa Picu Gagal Ginjal, Cek Kebenarannya dari dr. Muhammad Fiarry Fikaris

"Dua, pada perempuan yang mempunyai satu anak laki-laki penderita hemofilia dan satu saudara lak-lakinya penderita hemofilia pasti si perempuan adalah pembawa," papar dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

"Tiga, pada perempuan yang mempunyai bapak penderita hemofilia," sambung dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

"Jadi kalau seorang penderita hemofilia dia mempunyai anak perempuan, 100 persen anakp perempuan itu adalah pembawa hemofilia," lanjut dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Itulah perempuan-perempuan yang pasti membawa hemofilia tetapi tidak mungkin perempuan tersebut adalah penderita hemofilia.

Berbeda dengan laki-laki yang mendapatkan hemofilia karena genetik atau keturunan, maka perempuan penyandang hemofilia mendapatkan penyakit ini dikarenakan adanya mutasi gen yang terjadi saat dia dewasa.

Tingkatan hemofilia

Rupanya hemofilia ada tingkatannya, yaitu ringan, sedang dan berat.

Untuk kasus hemofilia yang berat bisa diketahui langsung saat penderita mengalami pendarahan spontan.

Baca juga: Obat dari Produksi Maiden Pharmaceutical ltd Tak Terdaftar BPOM, Cek Fakta dari dr. Muhammad Fiarry

Ilustrasi seseorang menderita hemofilia, begini ulasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
Ilustrasi seseorang menderita hemofilia, begini ulasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (makassar.tribunnews.com)

Baca juga: dr. Muhammad Fiarry Fikaris Jelaskan Mengenai EG dan DEG yang Terkandung pada Magrip n Cold Syrup

3 dari 3 halaman

Biasanya hemofilia yang berat bisa diketahui saat masih masa kanak-kanak yakni ketika si anak masih belajar berjalan.

Jika si anak seringkali mengalami memar, maka sekiranya patut dicurigai jika di anak menderita hemofilia.

Sementara untuk hemofilia tingkat ringan dan sedang biasanya akan ketahuan setelah terjadi trauma.

Misalnya seperti terjatuh kemudian pendarahannya tidak berhenti.

Baca juga: Apa Itu Etilen Glikol dan Dietilen Glikon? Simak Penjelasan dr. Muhammad Fiarry Fikaris

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 14 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved