Breaking News:

Sering Mencuci Tangan Menyebabkan Kulit Terasa Kering dan Iritasi, Berikut Saran dari Dokter

Mencuci tangan menjadi kebaisaan baru yang harus kita lakukan semenjak pandemi. Sering cuci tangan menyebabkan kulit menjadi kering.

lifestyle.kompas.com
ilustrasi mencuci tangan 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebenarnya sudah dari dulu kita diajarkan mencuci tangan.

Namun selama pandemi, mecuci tangan setelah berkontak dengan orang lain maupun beraktivitas menjadi kebiasaan baru.

dr. Nurwestu menyampaikan, memang dianjurkan cuci tangan lebih baik menggunakan air mengalir dan sabun.

Untuk handsanitizer memang disarankan penggunaanya dalam posisi jika kita tidak bisa menjangkau air.

Sering mencucui tangan maupun menggunakan handsanitier menyebabkan kulit menjad kering karena bahan-bahan yang ada pada sabun maupun handsanitizer sifatnya bisa mengeringkan kulit.

ilustrasi mencuci tangan
ilustrasi mencuci tangan (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Pentingnya Mencuci Tangan sebelum Makan, Guna Hindari Virus Penyebab Gastroenteritis

Karena pada intinya fungsi dari sabun dan handsanitizer untuk membersihkan.

Memang dalam kandungan sabun maupun handsanitizer terdarap beberapa hal yang menyebabkan kulit menjadi kering.

dr. Nurwestu mengatakan, partikel pada sabun maupun handsanitizer memang bisa mengeringkan kulit, karena meluruhkan lemak yang ada dilapisan kulit.

Semakin sering menggunakan sabun dan handsanitizer akan beresiko menyebabkan kulit menjadi kering.

Penggunaan handbody maupun pelembab memang menjadi rekomendari baik dari perhimpunan dokter spesialis penyakit kulit juga secara global.

Baca juga: Kenali Penyebab Xerotis Cutis, Keluhan Kulit Kering yang Disampaikan dr. Mira Trisna Murti Sp.KK

2 dari 2 halaman

Untuk mencegah kulit kering tersebut, mecuci tangan secara benar dengan langkah-langkah yang disarankan yakni mencuci tangan minimal 20 detik.

Setelah itu menggunakan moisturizer tergantung dengan jenis kulitnya.

dr. Nurwestu menyampaikan, moisturizer yang disarankan yakni mnegandung minyak.

Pada beberapa kondisi misalnya kulit yang alergi atau kulit sensitif, ettapi dalam kedokteran disebut dengan atopik karena terdapat kecenderungan untuk terjadi reaktif pada kulit.

Terdapat beberapa bahan yang memang disarankan misalnya mengandung ceramide, sea butter, dan mengandung minyak seperti minyak almond dan sebagainya.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jogja bersama dengan dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes.,Sp.KK. Seorang dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved