Breaking News:

Pemberian Bedak Tabur pada Ruam atau Area Kulit yang Terasa Gatal Apakah Diperbolehkan?

Infeksi jamur dikenal dengan istilah Dermatomikosis yang disebabkan oleh infeksi jamur, ditandai dengan rasa gatal dan muncul ruam-ruam pada kulit.

freepik.com
Ilustrasi penggunaan bedak tabur pada kulit yang gatal 

TRIBUNHEALTH.COM - Seringkali kita temui seseorang yang mengekuhkan gatal pada kulit atau adanya ruam yang lalu iberikan bedak tabur.

Pikirnya tujuan pemberian bedak tabur ialah mengurangi rasa gatal tersebut.

dr. Halim Perdana menyampaikan, pada prinsipnya pemberian bedak sebenarnya tidak dianjurkan.

Kecuali mengoleskan bedak-bedak tersebut pada area kulit yang kering tidak akan menjadi masalah.

Tetapi mengoleskan bedak pada area yang lembab akan menyebabkan proses infeksi pada kulit.

Akibat garukan yang diberikan bedak tabur akan mengotori daerah luka.

Ilustrasi penggunaan bedak tabur pada kulit yang gatal
Ilustrasi penggunaan bedak tabur pada kulit yang gatal (freepik.com)

Baca juga: Dokter Sebut Penggunaan Pelembab Bisa Membantu Mengatasi Rasa Gatal Akibat Mengalami Alergi Kulit

Pada prinsipnya untuk bedak itu sendiri, tidak semua bedak bisa dioleskan pada infeksi jamur kecuali bedak tersebut mengandung obat anti jamur.

dr. Halim Perdama mengatakan, dikarenakan tidak semua bedak mengandung anti jamur.

Terdapat bedak khusus yang memang untuk mengatasi jamur.

Penggunaan bedak tabur tersebut sebaiknya digunakan pada kondisi kulit yang kering.

2 dari 3 halaman

Apabila tidak ada salep jamur, maka bisa diantisipasi dengan bedak anti jamur.

Penggunakan bedak tabur untuk mengatasi rasa gatal diperbolehkan, tetapi dengan syarat bedak tersebut mengandung anti jamur dan harus diberikan pada kulit yang kering.

Baca juga: Infeksi Jamur yang Tidak Segera Ditangani dengan Benar Memicu Komplikasi? Ini Kata dr. Halim Perdana

Pada perawatan infeksi jamur tidak ada yang khusus, hanya saja harus rutin.

Misalnya diberikan terapi obat jamur berupa topikal.

Perawatan dirumah harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter sebelum mendapatkan terapinya.

Untuk terapi, pengolesannya yaitu dari area luar lesi jamur.

Misalkan lebar dari lesi jamur berdiameter sekitar 5cm maka kita tarik keluar 2cm ke arah dalam, bukan dari dalam ke luar.

Alasannya adalah agar infeksi jamur tidak menyebar ke area kulit lainnya.

Dalam mengoleskan obat ke lesi jamur, ternyata ada cara khususnya untuk menghindari penyebaran.

Baca juga: Infeksi Jamur Beresiko Dialami Siapa Saja, Adakah Jenis-jenis Kulit yang Rentan Mengalaminya?

Biasanya masyarakat ada yang salah kaprah dalam melakukan pengobatan infeksi jamur.

3 dari 3 halaman

Bahkan seringkali ketika merasa gatal atau sudah mengetahui jika mengalami infeksi jamur tidak terbutu-buru ke rumah sakit atau ke dokter, malah melakukan pengobatan sendiri.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan dr. Halim Perdana Kusuma, Sp. DV. Seorang dokter spesialis dermatologi dan venerologi RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved