Breaking News:

Cara Membuat Larangan yang Tepat pada Anak Agar Tidak Terkesan Keras atau Membentak

Orangtua memberi larangan pada anak tentu memiliki tujuan. Namun tak jarang ditemui orangtua yang memberikan larangan pada anak terkesan keras.

edukasi.kompas.com
ilustrasi orangtua yang menasehati anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Adib Setiawan menyampaikan, sebagai orangtua intinya harus memiliki alasan mengapa melarang anak.

Sehingga disaat anak mengerti alasan orangtua melarangnya, tentu anak akan mengikuti apa yang dilarang oleh orangtua.

Kecuali orangtua melarang tanpa alasam, sehingga anak menjadi bertanya-tenya mengapa orangtua melarangnya.

Sebelum memberitahu kepada anak, sebaiknya orangtua harus memiliki alasan yang jelas, sehingga saat anak bertanya orangtua sudah memiliki alasan yang kuat dan tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang timbul kembali.

Adib Setiawan juga menyarankan kepada orangtua, jika ingin memberikan larangan pada anak sebaiknya sudah didiskusikan sejak jauh hari dan jangan memberikan larangan secara dadakan.

ilustrasi orangtua yang menasehati anak
ilustrasi orangtua yang menasehati anak (edukasi.kompas.com)

Baca juga: Apakah Memberikan Pola Asuh Juga Disesuaikan dengan Usia Anak? Berikut Penjelasan Psikolog

Sebagai orangtua tidak asal mengatakan "tidak boleh" tanpa menjelaskan alasan mengapa tidak diperbolehkan.

Adib Setiawan menyampaikan, jangan sampai orangtua mengatakan tidak boleh tetapi anak juga tidak memahami alasannya.

Dengan memberikan alasan, maka akan melatih anak untuk berpikir lebih kritis.

Pola pemikiran orangtua yang open minded (pemikiran terbuka) dan close minded (pemikiran tertutup) bisa berpengaruh terhadap kehidaupan anak.

Orangtua open minded (pola pikir terbuka) akan menerima masukan-masukan, menerima perubahan dan juga menerima pendapat anak.

Sedangkan orangtua close minded (pola pikir tertutup) pemikiran orangtua cenderung tertutup tidak menerima pendapat anak, dan juga merasa benar sendiri.

Baca juga: Bagaimana Pola Asuh Orangtua yang Baik Agar Anak Mau Mengikuti Aturan?

Tipe kepribadian orangtua ternyata juga turut mempengaruhi gaya pengasuhan pada anak.

Dasar-dasar pengasuhan yang paling teapt untuk anak yaitu menyeimbangkan anatra aturan dan kasih sayang.

Adib Setiawan menyampaikan bahwa dimensi dari pola asuh terdiri dari aturan dan kasih sayang.

Artinya orangtua menyeimbangkan antara aturan dan kasih sayang.

Dengan kata lain orangtua yang mengatur, jangan sebaliknya anak yang mengatur orangtua.

Adanya kasih sayang bahwa orangtua menyayangi anaknya, namun kasih sayang itu juga tidak berlebih sehingga anak dilatih kemandirian sesuai dengan usianya.

Baca juga: Sebaiknya di Usia Berapakah untuk Memahami Jenis-jenis Pola Asuh yang Paling Tepat?

Pola asuh orangtua sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.

Pengaruh pola asuh tersebut sangat besar terhadap masa depan anak, apakah saat dewasa nanti anak akan mengalami gangguan psikologis atau tidak.

Tak hanya itu saja, pola asuh orangtua juga bisa mempengaruhi kesuksesan anak.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan Adib Setiawan S.Psi., M.Psi. Seorang psikolog keluarga dan pendidikan anak.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved