Breaking News:

Pentingnya Edukasi Agar Tidak Salah Menggunakan Kosmetik yang Beresiko untuk Kesehatan Kulit

Dalam menjaga kesehatan wajah tentunya kita harus memperhatikan produk yang digunakan agar tidak menimbulkan masalah baru.

shopping.tribunnews.com
ilustrasi penggunaan krim untuk menjaga kesehatan kulit wajah 

TRIBUNHEALTH.COM - Secara fisik jerawat terbagi menjadi acne fulgaris, acne venenata, dan masih banyak jenis acne lainnya.

Dikaitkan dengan penggunaan masker, pastinya masker menyebablan gerakan maupun gesekan bahkan bahan masker juga bisa menyebabkan terjadinya jerawat.

Tetapi ada beberapa diferensial diagnosis jerawat, yakni bentuknya seperti jerawat dan ternyata bukan.

dr. Veronica Lia menyampaikan bahwa pasien tidak bisa jika tidak berkonsultasi langsung dengan dokter.

Pasien tidak bisa berkonsultasi via reseller, dikarenakan ada hubungannya anatar jerawat dengan penggunaan kosmetik atau paparan steroid dari kandungan kosmetik.

dr. Veronica Lia juga mengatakan bahwa yang membedakan antara jerawat dan bukan adalah pada saat dokter menemukan adanya mikro komedo pada kulit dan harus dilihat langsung oleh dokter.

ilustrasi penggunaan krim untuk menjaga kesehatan kulit wajah
ilustrasi penggunaan krim untuk menjaga kesehatan kulit wajah (shopping.tribunnews.com)

Baca juga: Apakah Kulit Tubuh Juga Membutuhkan Eksfoliasi Seperti Kulit Wajah? Simak Penjelasan dr. Carmelita

Jika bukan jerawat tetapi bentuknya memang mirip dengan jerawat biasanya adalah beruntusan dan kemerahan bisa dikarenakan penggunaan masker, sehingga menimbulkan iritasi.

Apabila jerawat berkaitan dengan kosmetik, maka disebabkan karena penggunaan krim yang mengandung steroid terlalu tinggi.

Tentu kita pernah menemui seseorang mengalami kemerahan disekitar bibir.

Selain itu pada lipatan hidung seperti berkeran, pada dagu muncul beruntusan, dan ditepi bibir terlihat hitam.

Kondisi tersebut bukanlah jerawat, munculnya seperti beruntusan tetapi tidak ada mikro komedo yang disebabkan oleh penggunaan steroid.

Biasanya steroid terkandung didalam kosmetik yang mengklaim dapat mencerahkan kulit dalam waktu singkat.

Baca juga: 3 Macam Basic Skincare yang Perlu Digunakan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

dr. Veronica Lia menyampaikan, pasien harus teredukasi dengan baik agar tidak salah menggunakan kosmetik yang beresiko untuk kesehatan wajah.

Edukasi sebenarnya adalah hal yang basic, sehingga pasien bisa memahami apakah masalah yang dialami jerawat ataukah karena penggunaan krim steroid tipis sehingga timbullah jerawat.

Jika pasien sudah teredukasi, maka pasien akan menyadari bahwa masalah yang dialami bukanlah jerawat melainkan karena penggunaan krim pencerah yang mengandung tinggi steroid sehingga berjerawat.

Terapi yang diberikan oleh dokter pun berbeda-beda, tergantung dari anamnesis dokter.

dr. Veronica Lia juga mengatakan, kalaupun kita memilih produk skincare pastikan sudah terdaftar BPOM dan pastikan juga kita bertemu dengan dokternya.

Baca juga: dr. Satya Perdana : Penggunaan Skincare pada Pria Disarankan untuk Mencoba Produk Terlebih Dahulu

Sangat disarankan untuk bertanya dengan dokternya mengenai masalah pada kulit dan bertanya rencana dokter untuk terapi yang harus dilakukan.

Jika bertanya sebaiknya pada dokter bukan pada reseller.

Apabila kulit bebas jerawat, tidak ada melasma dan kulit terhidrasi dengan baik, artinya elastisitas kulit tergolong baik otomatis adalah kulit yang memiliki skin barrier dan dikategorikan kedalam kulit sehat.

Ini disampaikan pada channel YouTube Warta Kota Production bersama dengan dr. Veronica Lia. Seorang aesthetic doctor di Yudona Klinik.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved