Breaking News:

Sakit Tenggorokan Termasuk Gejala Utama Covid-19, Jadi Makin Sulit Dibedakan dengan Pilek dan Flu

Seorang profesor memaparkan beberapa gejala Covid-19 terkini, salah satunya sakit tenggorokan

Kompas.com
ilustrasi sakit tenggorokan akibat Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Orang yang berada di balik Zoe Covid App Study, Profesor Tim Spector, menyebut sakit tenggorokan masih menjadi gejala unggulan Covid-19 varian omicron BA.5.

Ketika Covid pertama kali menyerang dengan apa yang disebut varian Wuhan, gejala utamanya adalah batuk serta perubahan indra perasa dan penciuman.

Namun, berbagai varian Covid-19 muncul sejak itu, termasuk omicron.

Begitu banyaknya varian baru yang muncul membuat gejala penyakit ini mengalami perubahan pula.

Sekarang, Covid menyebabkan gejala yang jauh lebih ringan dan mirip dengan pilek atau flu biasa, dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk, pada Sabtu (17/9/2022).

Berbicara di Saluran YouTube Zoe, Spector membagikan gejala yang kini banyak dilaporkan.

“Anda yang terkena Covid saat ini melaporkan cukup banyak apa yang telah kami lihat selama sebulan terakhir ini."

“Yang dominan masih sakit tenggorokan. Itu dua pertiga dari Anda mengalami sakit tenggorokan, diikuti oleh sakit kepala, hidung tersumbat, batuk kering, dan pilek,” paparnya.

Baca juga: 5 Cara Alami untuk Redakan Sakit Tenggorokan, Minum Banyak Cairan hingga Konsumsi Madu

ilustrasi sakit tenggorokan
ilustrasi sakit tenggorokan (kompas.com)

Terlepas dari tanda-tanda ini yang dilaporkan oleh pengguna aplikasi Zoe yang positif Covid, NHS mencantumkan gejala tambahan yang harus diperhatikan:

  • Suhu tinggi atau menggigil (menggigil)
  • Batuk baru dan terus menerus
  • Sesak napas
  • Merasa lelah atau lelah
  • Tubuh yang sakit
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Kehilangan selera makan
  • Diare
  • Merasa sakit atau tidak enak badan.

Layanan kesehatan itu juga mencatat bahwa beberapa dari tanda-tanda ini "sangat mirip" dengan gejala penyakit lain seperti pilek dan flu, yang dapat membuat virus lebih sulit dibedakan.

Baca juga: Daftar Gejala Long Covid yang Tak Biasa, Termasuk Kembung dan Rambut Rontok

BA.5 sebabkan gejala keringat malam

Ilustrasi seorang wanita mengalami keringat dingin
Ilustrasi seorang wanita mengalami keringat dingin (lifestyle.kompas.com)

Omicron BA.5 adalah subvarian yang sangat menular yang memicu kekhawatiran karena berkontribusi pada gelombang infeksi baru di seluruh dunia.

Para ilmuwan telah menemukan perbedaan dengan strain sebelumnya, termasuk kemampuan untuk menginfeksi kembali orang dalam beberapa minggu setelah terinfeksi Covid.

Seorang ahli imunologi terkemuka mengatakan BA.5 bisa menyebabkan gejala baru di antara pasien, diberitakan Independent.co.uk, pada Sabtu (3/9/2022).

“Satu gejala tambahan dari BA.5 yang saya lihat pagi ini adalah keringat malam,” kata Profesor Luke O'Neill dari Trinity College Dublin kepada sebuah stasiun radio Irlandia pada pertengahan Juli.

“Bukankah itu aneh?” dia menambahkan.

Baca juga: Virus Corona Varian XE Mulai Menyebar di Inggris, Ahli Belum Bisa Beri Kesimpulan

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

BA.5 mendorong lonjakan kasus di sejumlah negara bersama dengan BA.4, termasuk di seluruh Eropa dan di Australia. 

Varian ini juga menjadi varian dominan di AS.

"Penyakitnya sedikit berbeda karena virusnya telah berubah," kata Profesor O'Neill kepada Newsstalk.

“Ada beberapa kekebalan terhadapnya – jelas dengan sel-T dan sebagainya – dan campuran sistem kekebalan Anda dan virus yang sedikit berbeda mungkin menimbulkan penyakit yang sedikit berbeda, anehnya keringat malam menjadi ciri khasnya," paparnya.

"Tetapi yang sangat penting, jika Anda divaksinasi dan mendapat booster, itu tidak berkembang menjadi penyakit parah adalah pesan untuk terus mengingatkan orang."

BA.5 pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Februari, satu bulan setelah BA.4 diidentifikasi di negara yang sama.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved