Breaking News:

dr. M. Solihin Sampaikan Alasan Cek Kesehatan Wajib Dilakukan Orang di Usia Produktif

Banyak yang menganggap bahwa tubuh yang tidak mengalami masalah berarti sehat. Untuk mengetahui kesehatan tubuh diperlukan cek kesehatan.

sains.kompas.com
Ilustrasi cek kesehatan pada usia produktif 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa orang menganggap bahwa cek kesehatan hanya dilakukan jika tubuh mulai mengalami masalah dan hanya dilakukan untuk usia lanjut.

Padahal usia produktif pun bisa mengalami masalah kesehatan meskipun tidak menimbulkan tanda-tanda.

Oleh karena itu usia produktif wajib melakukan cek kesehatan.

dr. M. Solihin menyampaikan, memang jika dilihat dari penelitian baik dari WHO maupun dari Kemenkes ternyata penyaki sudah bergeser.

Bergeser yang tadnya penyakit menular, sekarang penyakit tidak menular sudah mulai naik.

Usia produktif adalah rentang usia 15 tahun sampai usia 15 tahun.

Ilustrasi cek kesehatan pada usia produktif
Ilustrasi cek kesehatan pada usia produktif (sains.kompas.com)

Baca juga: Penderita Kolesterol Harus Medical Check Up Berkala, Dokter Ungkap Alasan Penting di Baliknya

Ternyata ada penyakit yang mengintai usia produktif, oleh karena itu diwajibkan secara undang-undang tentang pelayanan minimal dan juga pada undang-undang penyakit tidak menular di Permenkes 72 tahun 2015.

SPM (standart pelayanan minimal) di UU Permenkes no.4 tahun 2019, memang diharapkan usia produktif dalam satu tahun sekali wajib melakukan screening kesehatannya.

Diharapkan screening kesehatan ini bisa memberikan informasi ke kita semua yang tergolong usia produktif.

Seringkali kita menganggap bahwa tubuh kita sehat, tetapi setelah dilakukan screening ternyata tubuh kita mengalami masalah.

dr. M. Solihin sampaikan yang perlu dilakukan ketika screening kesehatan menurut UU Kemenkes yang musti dicek adalah :

- Tekanan darah

- Glukosa darah

- Indeks massa tubuh

Baca juga: Dokter: Usia 25 Tahun Harus Mulai Rajin Melakukan Medical Check Up sehingga Dapat Antisipasi

Pada indeks massa tubuh ini akan diukur tinggi badan, berat badan, dan juga lingkar perut.

Perlunya dilakukan screening ini ternyata adanya peningkatan atau pergeseran penyakit, dimana penyakit hipertensi terutama stroke mengalami peningkatan.

Itulah yang dikatakan penyakit tidak menular.

Penyakit menular seperti covid maupun TBC.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Batam bersama dengan dr. M. Solihin. Kepala seksi PTM Bidang P3 Dinkes Kota Batam.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved