Breaking News:

drg. R. Ngt. Anastasia Sampaikan Cara Mengatasi Trauma Anak ke Dokter Gigi

Banyak anak-anak yang merasa takut ke dokter gigi meskipun hanya kontrol saja. Peran orangtua ternyata penting dalam pendidikan kesehatan gigi anak.

freepik.com
ilustrasi anak yang trauma ke dokter gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Trauma pada anak-anak yang sering terjadi banyak diakibatkan oleh kondisi lingkungan atau pengaruh lingkungan.

Keluarga sebagai institusi terdekat memiliki peran besar dari kejadian trauma anak-anak untuk datang ke dokter gigi.

Maka paradigma cara berpikir atau mindset terkait pentingnya kesehatan juga kesehatan gigi dan mulut pada keluarga perlu dibangun dengan tepat.

Karena kesadaran ini menyangkut bagaimana sikap yang diambil oleh keluarga agar bisa menyiapkan seluruh anggota keluarga untuk siap menjalankan protokol kesehatan rutin sehari-hari, termasuk dalam upaya kontrol atau perawatan terkait symptom yang dialami.

Terkait gigi dan mulut, bisa dikatakan sekitar 6 sampai 15 persen dari populasi mengalami trauma terhadap perawatan kedokteran gigi.

Sementara dalam lingkup perkembangan, trauma yang terjadi prosentasenya sekitar 51 persen diawali dari masa anak-anak.

ilustrasi anak yang trauma ke dokter gigi
ilustrasi anak yang trauma ke dokter gigi (freepik.com)

Baca juga: Perlunya Membawa Anak ke Dokter Gigi Apabila Mengalami Gigi Goyang, Begini Kata drg. Lina Nurdianty

Perlu disadari berwama bahwa pola pendidikan didalam rumah, pengenalan hal-hal penting dalam keluarga sangat penting dilakukan.

Karena 51 persen kejadian trauma dialami oleh anak-anak terkait bagaimana anak menghadapi dokter.

drg. Anastasia menyampaikan, sekitar 22 persen dialami pada saat remaja.

Pentingnya kesadaran bagaimana keluarga menciptakan suasana senyaman mungkin dan memasukkan nilai-nilai penting pada anak, agar siap menghadapi cara perawatan dirinya termasuk kesehatan gigi dna mulut.

Pendidikan tidak hanya dilakukan ketika anak-anak sudah siap dirawat oleh dokter gigi.

Tetapi bisa dilakukan sejak anak masih didalam kandungan, maksudnya adalah mindset orangtua berperan besar dalam proses pendidikan anak.

Baca juga: Tips Bagi Orangtua Agar Anak Mau Diajak ke Dokter Gigi, Simak drg. Zita Aprilia, Sp.KGA

Artinya begitu anak hadir, seyogyanya orangtua sudah mulai mengatur mindset agar sejak anak lahir semua yang dikomunikasikan dengan anak tepat.

Usia berapapun anak bisa dikenalkan dengan dokter gigi, akankah lebih baik dilakukan sedini mungkin.

drg. Anastasia menyampaikan, jangan berfikir bahwa hanya anak yang sudah bisa diajak berkomunikasi lah yang pantas menerima komunikasi.

Komunikasi dimulai dari janin terbentuk, bahkan ketika didalam kandungan.

Terkait teknis pelaksanaannya, sejak bayi pun tidak masalah dibawa ke dokter gigi.

Maksudnya adalah ke ruang poli gigi, sehingga apa yang dilihat ataupun dirasakan oleh bayi bisa terbawa seumur hidupnya.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved