Breaking News:

Cedera Wajah Akibat Trauma atau Kecelakaan bisa Diatasi dengan Rekonstruksi Rahang?

Rekonstruksi rahang dilakukan untuk memperbaiki kecacatan pada wajah akibat kecelakaan atau bawaah dari lahir.

wow.tribunnews.com
ilustrasi rekonstruksi rahang 

TRIBUNHEALTH.COM - drg. Andi Tajrin menyampaikan, bahwa beberapa pasien beliau setelah trauma ataupun setelah kecelakaan terjadi ketidakharmonisan dari rahang.

Sehingga bedah rekonstruksi bisa diindikasikan.

Misalnya pasien yang kecelakaan dan tidak ada dokter yang bisa menangani, sehingga tertinggal selama 1 tahun, setelah 1 tahun kecelakaan rahang atas menjadi lebih maju maka bisa diindikasikan untuk bedah rekonstruksi dengan memperbaiki rahang atas.

Tetapi beberapa kasus kecelakaan maupun trauma bisa langsung dilakukan operasi.

Contohnya patah rahang bawah, patah rahang atas yang mempengaruhi kondisi umum wajah yang menjadi tidak seimbang bisa dilakukan sesaat setelah terjadi kecelakaan.

ilustrasi rekonstruksi rahang
ilustrasi rekonstruksi rahang (wow.tribunnews.com)

Baca juga: Apakah Bisa Dilakukan Rekonstruksi Rahang untuk Kondisi Gigi Maju Maupun Mundur?

drg. Andi Tajrin menyampaikan bahwa bedah rekonstruksi sebenarnya sangat luas untuk digunakan.

Perlu diperhatikan dengan baik oleh pasien, drg. Andi Tajrin menyampaikan menurut pengalaman beliau adalah sebelum melakukan terapi atau rekonstrusi kepada pasien harus menjelaskan dengan baik efek samping yang terjadi.

Biasanya setelah dilakukan pembedahan akan terjadi pembengkakan pada wajah.

Kadang beberapa pasien yang kurang bisa toleransi melakukan protes bengkak pada wajahnya.

Sebelum dilakukan tindakan rekonstruksi dokter akan menjelaskan bahwa yang mungkin terjadi adalah pembengkakan, tetapi kondisi pembengkakan akan berangsur turun selama kurang lebih 1 sampai 2 minggu.

Baca juga: Pahami Beberapa Hal Sebelum Melakukan Rekonstruksi Rahang, Ini Penjelasan drg. Andi Tajrin

Selain pembengkanan, efek samping dari rekonstruksi rahang adalah sensasi bibir yang berkurang dan cenderung mati rasa.

Kondisi tersebut bukan berarti tidak normal karena terputusnya saraf tetapi mengurangi sensasi karena mengurangi sensasi karena pengaruh-pengaruh luka atau beberapa saraf kecil yang terputurs.

Tetapi kondisi ini bisa kembali dalam beberapa minggu.

Selain itu yang bisa terjadi dari rekonstruksi rahang adalah perdarahan.

drg. Andi Tajrin mengatakan bahwa efek samping perdarahan harus disampaikan kepada pasien, karena pada beberapa pasien setelah melakukan operasi terjadi perdarahan.

Pada kondisi perdarahan tersebut tidak terjadi masalah dan bisa ditangani oleh dokter.

Baca juga: drg. Andi Tajrin Sp.BM (K) Ungkap Batasan Usia Tertentu Seseorang Diperbolehkan Rekonstruksi Rahang

Efek samping yang paling berat yakni jika terjadi cedera pada gigi.

Yang diharapkan dari operasi rekonstruksi rahang adalah tidak mencederai gigi geligi.

Sehingga fungsi gigi geligi tersebut bisa kembali atau tidak terjadi cedera terhadap fungsinya.

drg. Andi Tajrin menyampaikan, ada beberapa efek samping yang harus disampaikan kepada pasien bahwa sesaat setelah operasi sampai beberapa minggu rahang tidak boleh digunakan untuk mengunyah makanan yang keras.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved