Breaking News:

drg. Andi Tajrin Sp.BM (K) Ungkap Batasan Usia Tertentu Seseorang Diperbolehkan Rekonstruksi Rahang

Rekonstruksi rahang atau bedah ortognatik diindikasikan pada beberapa pasien. Secara umum indikasi ini pada mereka yang pertumbuhan rahangnya selesai.

freepik.com
ilustrasi seserang yang telah melakukan reskonstruksi rahang 

TRIBUNHEALTH.COM - drg. Andi Tajrin menyampaikan, dibidang kesehatan terutama operator bedah mulut melakukan bedah rekonstruksi atau bedah ortognatik diindikasikan pada beberapa pasien.

Tetapi secara umum yang paling pas secara indikasi, mereka yang pertumbuhan rahangnya sudah selesai pada saat usia 12 tahun.

drg. Andi Tajrin menyampaikan, usia yang paling pas dilakukan bedah ortognatik atau rekonstruksi rahang adalah pada usia 20 tahun.

Secara umum manusia berusia 20 tahun kehidupan sudah terhenti pertumbuhan rahangnya.

Pada saat ini paling cocok dilakukan operasi reknstruksi rahang, baik rekonstruksi atas saja maupun rekonstruksi bawah saja atau kombinasi antara rahang atas dan rahang bawah.

ilustrasi seserang yang telah melakukan reskonstruksi rahang
ilustrasi seserang yang telah melakukan reskonstruksi rahang (freepik.com)

Baca juga: dr. Rizki Muhammad Ihzan Ungkap Beberapa Kondisi yang Perlu Segera Dilakukan Sirkumsisi atau Sunat

Pada usia dewasa merupakan usia paling pas dilakukan reskonstrusi rahang, dimana pertumbuhan sudah terhenti.

drg. Andi Tajrin menyampaikan, terdapat pasien yang memang diindikasikan khusus untuk rahang atas saja dan ada pasien yang diindikasikan untuk rahang bawah saja.

Bahkan ada pasien yang diindikasikan untuk melakukan rekonstruksi rahang atas dan juga bawah.

Pasien-pasien tersebut harus diperiksa dengan baik, dan tidak bisa semua pasien dikategorikan sama.

Untuk rahang atas terdapat istilah Segmental osteotomy yaitu pergeseran sebagian dan ada juga istilah Le fort 1 yaitu seluruh rahang atas persis diujung akar dari depan ke belakang yang akan dilepas dan kemudian dimundurkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Membedakan Melanoma dan Tahi Lalat Biasa? Ini Penjelasan dr. Arini Widodo Sp.KK

2 dari 2 halaman

drg. Andi Tajrin mengatakan, prinsipnya adalah menggeser tulang baik maju maupun mundur bersama dengan gigi geligi dan tidak melukai pembuluh saraf juga pembuluh darah.

Prinsipnya ialah menggeser tulang yang maju dan mundur tanpa melukai pembuluh saraf dan pembuluh darah juga mengikutkan gigi geligi baik rahang atas maupun rahang bawah.

Rahang atas bisa dengan Le fort 1 atau teknik Le fort 2 atau bahkan teknik Le fort 3.

Tetapi semua harus dilakukan pemeriksaan secara tuntas.

drg. Andi Tajrin menyampaikan, sebelum melakukan bedah ortognatik maka pasien diwajibkan untuk merawat orthodonti sebelumnya atau perawatan behel.

Fungsinya untuk menuntun gigi geligi sebelum dilakukan operasi.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan drg. Andi Tajrin, M.Kes., Sp.BM (K). Seorang dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial RS Undata Sulawesi Tengah. 

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved