Breaking News:

Waspada Penularan Covid-19 pada Lansia, Sadari Gejalanya menurut dr. Mellisa Tantia Sp.PD

Virus covid-19 bisa menginfeksi berbagai usia. Namun lansia merupakan kelompok yang paling rentan, apalagi lansia yang memiliki komorbid.

kompas.com
ilustrasi lasnia yang mengalami covid 

TRIBUNHEALTH.COM - Lansia paling rentan terpapar virus covid-19.

Lansia di Indonesia batas usianya ialah 60 tahun ke atas.

Selain lansia, kelompok yang rentan terpapar covid-19 adalah kelompok-kelompok yang memiliki komorbid.

Terutama pada lansia yang memiliki komorbid tergolong lebih rentan lagi terpapar covid-19.

Lansia merupakan populasi yang rentan, jika tertular akan mengalami perburukan dengan cepat.

dr. Mellisa Tantia menyampaikan, yang sulit terlihat oleh masyarakat adalah gejala covid pada lansia tidak khas daripada umumnya.

Terjadi gejala yang tidak khas pada lansia, karena istilah "proses menua akan terjadi Imunosenesens" yaitu penurunan imunitas dan penurunan dari segala aspek.

ilustrasi lasnia yang mengalami covid
ilustrasi lasnia yang mengalami covid (kompas.com)

Baca juga: Lansia sedang Sakit,  Ahli Gizi R. Radyan Yaminar Ungkap Kebutuhan Gizi yang Harus Diperhatikan

Yang kita tahu bahwa covid ditandai dengan demam, dan memang sebagian lansia mengalami demam, batuk, sesak nafas, juga letih.

Gejala pada lansia bisa dikatakan lestipikal dan astipikal.

Lestipikal gejalanya hanya sakit kepala, mual, muntah, diare, tapi ternyata adalah gejala covid.

Atipikal lebih tidak jelas lagi gejalanya, ada yang mengarah ke delirium atau penurunan kesadaran.

Kadang-kadang ditemukan orangtua yang berbicara meracau atau berbicara tidak jelas.

Berbicara tidak jelas bisa ditemukan pada pasien covid usia lansia.

Selain berbicara meracau, lansia yang terpapar covid juga mengalami gejala sering mengantuk bahkan sering mengompol.

Baca juga: Pasien Covid-19 Lebih Berisiko Alami Demensia hingga 2 Tahun setelah Terinfeksi

Kerap kali tidak kita sadari ialah terjadi gangguan mobilitas, tiba-tiba lansia tersebut terjatuh sendiri.

Bahkan terdapat gejala-gejala komorbid yang muncul.

Misalkan memiliki penyakit jantung, maka gejala komorbidnya muncul yakni nyeri dada.

Gejala gangguan kesadaran, misalkan terjadi stroke.

dr. Mellisa Tantia menyampaikan, dari gejela-gejala tersebut sulit untuk mendiagnosis dan kadang-kadang pasien lansia sudah datang ke dokter dengan kondisi covid yang kritis.

Ketika pasien datang dnegan kondisi imunitas yang sangat rendah, dan organ-organ sudah mulai mengalami penurunan fungsi sehingga sulit diobati dan terjadi kematian.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Sumsel bersama dengan dr. Mellisa Tantia, Sp.PD. Seorang dokter spesialis penyakit dalam.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved