Breaking News:

Ini Efek Samping dan Risiko Diet Intermitten Fasting, Tak Dianjurkan untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Intermitten fasting tak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui, punya efek samping sebagai berikut

Freepik
Ilustrasi - Diet puasa / intermitten fasting tak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui 

TRIBUNHEALTH.COM - Intermitten fasting atau diet puasa merupakan metode diet dengan menahan untuk tidak makan selama kurun waktu tertentu.

Terkait berapa lamanya, ada banyak versi dari diet ini.

Ada beberapa manfaat potensial dari diet ini, meski risikonya tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Caroline Susie, RDN, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics di Dallas, membenarkan ada sejumlah efek samping diet puasa atau diet intermitten ini.

Dilansir TribunHealth.com dari Everyday Health, berikut ini rinciannya.

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Energi rendah
  • Sifat lekas marah
  • Kelaparan
ilustrasi sakit kepala
ilustrasi sakit kepala (tribunnews.com)

Baca juga: 5 Gejala Penyakit Jantung yang Bisa Salah Dikira Flu, Termasuk Sakit Kepala dan Menggigil

Ini semua bisa terjadi karena Anda tidak makan, kata Susie.

Meskipun normal, efek samping tersebut bisa membuat tidak nyaman.

Beberapa orang akan menemukan bahwa ini bukan metode yang baik untuknya dan akan memilih untuk menghentikan diet puasa.

Tentu hal ini tidak menjadi masalah, karena memang tak ada diet yang cocok untuk semua orang.

Sebagai catatan, biasanya rasa lapar memuncak selama 10 hari pertama, lalu berkurang saat tubuh mulai menyesuaikan diri dengan pola makan baru, kata Krista Varady, PhD, seorang profesor nutrisi di University of Illinois di Chicago dan seorang peneliti tentang puasa intermiten.

2 dari 2 halaman

Risiko Kesehatan dari Puasa Intermiten

ilustrasi ibu menyusui
ilustrasi ibu menyusui (kompas.com)

Baca juga: Menyusui Bermanfaat untuk Ibu, Bisa Cegah Depresi Postpartum (PPD) hingga Turunkan Berat Badan

Jangan mencoba puasa intermiten jika sedang hamil atau menyusui, kata Bauer.

Demikian pula, bagi orang yang memiliki BMI rendah (kurang berat badan) atau riwayat gangguan makan, puasa intermitten tidak tepat untuk dilakukan.

Varady juga memperingatkan orang dewasa yang berusia di atas 70 tahun agar tidak mencoba diet puasa, karena dapat menyebabkan hilangnya otot, yang sangat penting untuk dipertahankan di usia yang lebih tua.

Juga, jika menderita diabetes jenis apa pun, bicarakan dengan dokter terlebih dahulu, karena ini mungkin tidak aman.

ilustrasi berpuasa bagi penderita diabetes
ilustrasi berpuasa bagi penderita diabetes (kompas.com)

Baca juga: 4 Manfaat Potensial Diet Puasa Intermitten, Dapat Mencegah Penyakit Jantung

Melewatkan makan dapat menyebabkan gula darah rendah, yang dapat menyebabkan pusing, pingsan, dan jatuh.

Jika sedang menjalani pengobatan yang perlu diminum pada waktu tertentu dan dikonsumsi bersama makanan, penting juga untuk berkonsultasi dengan dokter.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved