Breaking News:

Waktu Terbaik Pemberian Vaksin Cacar Monyet, Ketahui dari Apt. Yovita Mercya,M.Si

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai waktu terbaik pemberian vaksin cacar monyet

bobo.grid.id
Ilustrasi vaksinasi cacar monyet 

TRIBUNHEALTH.COM - Apoteker Yovita Mercya, M.Si menyebutkan waktu terbaik pemberian vaksin cacar monyet.

Saat ini masyarakat dunia sedang dihebohkan dengan adanya penyebaran cacar monyet.

Diketahui, untuk menghalang penyebaran semakin meluas, vaksin cacar monyet sangat efektif untuk digunakan.

Baca juga: Apakah Gejala Cacar Monyet Bisa Makin Parah? Begini Kata dr. Zahra Ayu Lukita Sari, Sp.KK

Mercya menyebut sebaiknya pemberian vaksin dilakukan sebelum seseorang terpapar virus cacar monyet.

Hal ini dipercaya, apabila suatu saat terkena penyakit cacar monyet dapat terhindar dari gejala.

"Sebelum terkena divaksin, supaya nanti kalau virusnya datang sudah tidak ada lagi gejala,"
," katanya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

Ilustrasi cacar monyet atau monkeypox yang muncul di bagian kaki
Ilustrasi cacar monyet atau monkeypox yang muncul di bagian kaki (FACE2FACE AFRICA)

Berbeda, jika sudah terpapar dengan gejala yang berat lalu diberi vaksin, sebaiknya tidak perlu mendapatkan terapi pengobatan khusus.

Cukup melakukan pengobatan pada gejala yang dialami saja alias terapi simtomatis.

Jenis Vaksin Cacar Monyet

Vaksin berfungsi untuk mencegah terjadinya gejala penyakit yang parah dengan memasukkan virus yang sudah dilemahkan di dalam tubuh.

Sehingga diharapkan tubuh kita bisa menciptakan sistem imun yang lalu memiliki memori.

Baca juga: Waspada, Cacar Monyet yang Sudah Berat bisa Menyerang Organ Lain

2 dari 4 halaman

Maka kedepannya, jika virus masuk ke tubuh sudah bisa mendeteksi.

Saat ini vaksin yang ada adalah vaksin cacar bukanlah vaksin yang khusus untuk cacar monyet.

"Jadi di 2013 sudah disetujui FDA untuk pengobatan vaksin cacar biasa," ujar Mercya.

Ilustrasi vaksin cacar monyet
Ilustrasi vaksin cacar monyet (Pexels)

Kini vaksin yang sudah disetujui untuk vaksin cacar monyet ada 2 jenis.

Yakni Jynneos atau biasa disebut imvanex dan ACAM2000.

Vaksin Jynneos berasal dari virus yang mati namun memiliki antigen.

Baca juga: Mengenal Gejala dan Penyebab Herpes Zoster, Bisa Menulari Orang yang Belum Pernah Kena Cacar Air?

Sehingga tubuh masih bisa mengenal untuk sistem imun, maka dianggap lebih tidak berbahaya.

Sedangkan ACAM2000 berasal dari virus yang hidup.

Vaksin jenis ACAM2000 ini dinyatakan lebih berbahaya daripada Jynneos.

Ilustrasi vaksinasi cacar monyet
Ilustrasi vaksinasi cacar monyet (Freepik.com)

"Jadi lebih berbahaya sebenarnya karena menunjukkan gejala-gejala," kata Mercya.

3 dari 4 halaman

Disebutkan, Jyenneos lebih efektif digunakan daripada ACAM2000.

Pencetus Cacar Monyet

Cacar monyet berasal dari virus yang ditularkan melalui binatang.

Pertama kali cacar monyet ditemukan tahun 1958 di Denmark.

Baca juga: Waspada Cacar Monyet yang Diawali Timbul Bercak Merah pada Wajah, Simak Kata Dokter Berikut

Penemuan cacar monyet ini tepatnya terjadi pada hewan coba monyet.

"Jadi monyet ini sedang dimasukkan di laboratorium untuk diteliti dan ditemukan ada cacar," kata Mercya.

Setelah penemuan ini, beberapa lama kemudian cacar pada monyet tidak ditemukan lagi.

ilustrasi seseorang yang mengalami cacr monyet
ilustrasi seseorang yang mengalami cacr monyet (health.grid.id)

Hingga kemudian tahun 1970 cacar monyet kembali di temukan di kawasan Kongo dan sudah terinfeksi pada manusia.

"Jadi kenapa disebut sebagai cacar monyet, karena pertama kali ditemukan di monyet," imbuh Mercya.

Gejala Cacar Monyet

4 dari 4 halaman

Seperti virus pada umumnya, gejala cacar monyet diawali dengan demam.

Mengingat demam adalah mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk.

Baca juga: Vaksinasi Cacar Dapat Meminimalisir Tertularnya Cacar Monyet, Begini Penjelasan dr. Zahra Ayu

Selain demam, penderita juga akan diikuti keluhan nyeri otot.

Namun yang menjadi pembeda, pada penderita cacar monyet cenderung akan mengalami lesi atau ruam yang tampak mengerikan. Lantaran lesi tersebut berukuran besar.

Meski begitu, tingkat bahayanya lebih rendah dibanding cacar, yakni berkisar 1 hingga 10 persen.

cacar monyet
cacar monyet (Sehatnegeriku.kemkes.go.id)

"Kalau cacar 30 persen, 3 dari 10 sedangkan cacar monyet 1 hingga 10 persen. Cacar air lebih ringan lagi," jelasnya.

Penularan Tak hanya dari Monyet

Meski penyakit ini diawali dari tertular virus cacar pada monyet, namun penularannya tidak hanya semata-mata dari monyet saja.

Berdasarkan dari informasi yang ada sebelumnya, penularan bisa berasal dari hewan pengerat.

Baca juga: Cara Bedakan Cacar Monyet dengan Cacar Air, Ini Penjelasan dr. Zahra Ayu Lukita Sari, Sp. KK

Seperti tikus atau kelinci juga dinyatakan bisa menyebabkan seseorang tertular dari cacar monyet ini.

Penyakit cacar monyet ditularkan dari hewan (zoonosis) yang memiliki genus sama dengan cacar.

Nama dari genus tersebut adalah Octopus virus.

Penjelasan Apoteker Mercya, M.Si ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved