Breaking News:

Minus Tidak Dapat Berkurang, Berikut Penjelasan dr. Irfan Mengenai Alasan Minus Seseorang Berkurang

Menurut dr. Irfan, mata yang mengalami kontraksi berlebihan saat pemeriksaan dapat menyebabkan hasil ukuran minus seseorang tidak sesuai.

grid.id
ilustrasi mengalami keluhan mata minus, simak ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M 

TRIBUNHEALTH.COM - Mata minus disebut juga dengan rabun jauh merupakan suatu kelainan refraksi dimana cahaya yang masuk tidak fokus di retina, namun jauh di depannya.

Hal ini dapat disebabkan karena kornea terlalu cembung atau panjang bola mata yang terlalu besar, sehingga menghasilkan bayangan di depan retina yang akhirnya membuat seseorang kesulitan dalam melihat benda jarak jauh.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Mata, dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Timur.

dr. Irfan menjelaskan, supaya mata minus tidak bertambah atau bertambahnya tidak terlalu banyak, caranya dengan merubah kebiasaan buruk kita.

Pasalnya mata minus dapat terjadi akibat kebiasaan melihat dengan jarak dekat, seperti terlalu sering menggunakan gadget dan laptop dengan durasi yang lama dan tanpa mengistirahatkan mata.

Baca juga: dr. Rani Himayani Jelaskan Perbedaan Mata Minus, Mata plus dan Silinder

ilustrasi gangguan mata minus, simak ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M
ilustrasi gangguan mata minus, simak ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M (freepik.com)

dr. Irfan menghimbau untuk memperbanyak aktivitas di luar rumah, dan ketika kita diharuskan menggunakan gadget atau laptop untuk kerja, sebaiknya mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan melihat ke arah yang jauh.

Mata minus tidak bisa berkurang minusnya, mata minus hanya bisa tetap minusnya atau bertambah minusnya.

"Terkadang saya mendapatkan pertanyaan pasien, misal 6 bulan lalu minusnya 2 dan sekarang ia mengatakan bahwa minusnya berkurang."

"Itu yang perlu kita perhatikan, minus itu tidak bisa berkurang, namun minus bisa tetap atau bisa bertambah," tutur dr. Irfan.

Menurut dr. Irfan, hal tersebut dapat terjadi karena pada saat pemeriksaan mata, mata kita berakomodasi secara berlebihan atau berkontraksi secara berlebihan yang akhirnya dapat mengaburkan saat pemeriksaan.

Baca juga: dr. Rani Himayani Sp.M Jelaskkan Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Mata Minus

ilustrasi pemeriksaan mata,  simak ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M
ilustrasi pemeriksaan mata, simak ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M (kompas.com)

Baca juga: Benarkah Keluhan Mata Minus Akibat Seringnya Menatap Layar Smartphone dan Komputer?

2 dari 3 halaman

Sehingga ada yang namanya pseudomiopia atau miopia palsu, yaitu terjadi akibat adanya rangsangan yang berlebihan terhadap mekanisme akomodasi yang menyebabkan terjadinya kejang pada otot-otot siliar yang memegang lensa kristalina.

Kondisi ini sering disebut dengan miopia palsu karena kondisi ini hanya berlangsung sementara sampai kejang otot tersebut dapat direlaksasikan.

"Sebenarnya ukuran minus kita tidak segitu, misalnya ukuran minusnya 2 padahal aslinya ukuran minusnya 1.75, namun karena pada saat itu mata kita berkontraksi berlebihan, sehingga saat diperiksa minusnya jadi berlebihan," terang dr. Irfan.

"Nah itu yang harus kita perhatikan juga, biasanya saya sampaikan ke pasien, mungkin pada saat pemeriksaan matanya sedang tidak rileks."

"Sehingga ukurannya minusnya sedikit berlebihan, dan kemudian saat melakukan pemeriksaan lagi minusnya sedikit turun."

Baca juga: Kebiasaan Merokok Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mata, Berikut Ulasan dr. Muhammad Irfan

ilustrasi seseorang yang memiliki mata minus,  simak ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M
ilustrasi seseorang yang memiliki mata minus, simak ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M (pixabay.com)

Menurut dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M, seseorang yang mengalami mata minus secara teori atau secara ilmiah tidak dapat disembuhkan.

Untuk mengatasi permasalahan mata minus, dapat menggunakan alat bantu berupa kacamata ataupun lensa kontak.

dr. Irfan menyampaikan, mata minus ini dapat dihilangkan dengan melakukan operasi yang bernama operasi lasik atau Laser Assisted in Situ Keratomileusis.

Operasi lasik ialah operasi yang dilakukan menggunakan laser untuk memperbaiki kelainan refraksi pada mata seperti mata minus, mata plus, ataupun mata silinder.

"Kalau untuk sembuh secara teori atau secara ilmiah belum bisa disembuhkan, jadi minusnya itu hanya bisa tetap atau bisa bertambah," jelas dr. Irfan.

3 dari 3 halaman

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Mata, dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M dalam tayangan YouTube Tribun Timur pada 23 Juni 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved