Breaking News:

Fakta-fakta Delayed Ejaculation, Durasi Hubungan Seksual Lama karena Kesulitan Mencapai Ejakulasi

Berikut ini penyebab hingga cara mengatasi kesulitan mencapai ejakulasi pada pria

jambi.tribunnews.com
Ilustrasi problem ejakulasi tertunda 

TRIBUNHEALTH.COM - Keperkasaan pria kerap kali diidentikkan dengan kemampuan seksual yang mumpuni.

Karenanya, lamanya durasi berhubungan suami istri kerap dianggap sebagai tanda kebugaran seksual.

Padahal, delayed ejaculation ejakulasi yang sulit dan tak kunjung didapat bisa menandakan masalah tertentu.

Tekrkait hal ini, Medical Sexologist, dr. Binsar Martin Sinaga memberi penjelasan.

Dia berbicara soal ejakulasi tertunda dalam program Edukasi Seksual Tribunnews.

Durasi ideal berhubungan seksual

Ilustrasi hubungan seksual
Ilustrasi hubungan seksual (Freepik)

Baca juga: 12 Manfaat Sirih untuk Kesehatan, Bangkitkan Gairah Seksual hingga Sembuhkan Sembelit

"Tidak ada kriteria lama itu dari mana? Dari mana ditentukan lama itu tidak ada," katanya.

dr. Binsar mengatakan ejukalasi tertunda merupakan gangguan refleks ejakulasi yang lebih lama dari seharusnya.

"Seharusnya itu berapa kali?"

"Kalau secara definisi, penetrasi penis dalam vagina 30-50 kali. Antara itu."

2 dari 4 halaman

Libido belum tentu bisa mengimbangi kemampuan ereksi

Ilustrasi disfungsi ereksi pada pria
Ilustrasi disfungsi ereksi pada pria (Freepik)

Baca juga: Berikut Ini Makanan yang Bermanfaat untuk Orang dengan Disfungsi Ereksi

dr. Binsar memberi catatan khusus.

Dia menyebut dorongan atau libido belum tentu mampu mengimbangi kemampuan ereksinya.

"Ada pria-pria yang memang kemampuan ereksinya masih bagus, atau dibantu dengan obat, tetapi libidonya dr.op."

Akibatnya, ejakulasi menjadi lebih lama.

Lebih lanjut, dr. Binsar menyebut 80 persen pria di atas 45 tahun akan atau sering mengalami ejakulasi yang lama.

Disebabkan faktor hormonal

ilustrasi terjadinya ejakulasi tertunda pada pria
ilustrasi terjadinya ejakulasi tertunda pada pria (Kompas.com)

Baca juga: Infeksi Menular Seksual Bisa Sebabkan Penyakit Radang Panggul, Cegah dengan Sederet Tips Berikut

"Faktor hormon itu penting, hormon testosteron," paparnya.

Hormon ini bertanggung jawab untuk mengatur persyarafan terkait ejakulasi.

Maka tidak heran, ketika hormon terstosteron bermasalah, maka ejakulasi turut menjadi imbasnya.

3 dari 4 halaman

dr. Binsar sendiri terang-terangan menyebut masalah hormon sebagai penyebab dominan ejakulasi yang tertunda.

"Atau organ reproduksinya sudah mengalami problem."

"Contohnya pembesaran prostat. Itu seringkali akan menyebabkan ejakulasi juga bermasalah," tandasnya.

Ereksi bisa drop

ilustrasi ereksi drop akibat ejakulasi tertunda
ilustrasi ereksi drop akibat ejakulasi tertunda (freepik.com)

Ejakulasi yang lama pada akhirnya juga berdampak pada kualitas ereksi.

"Begitu lama ejakulasinya, apa yang terjadi? Ereksi pasti juga akan drop. Pasti akan turun."

"Sehingga akhirnya ya udah. Bubar jalan semuanya," tandasnya.

Perlu pemeriksaan dan pengobatan holistik

dr. Binsar Martin Sinaga menjelaskan cara mengobati delayed ejaculation atau ejakulasi yang tertunda.

"Kemungkinan problem seksual sudah mulai mengancam," papar dr. Binsar.

4 dari 4 halaman

"Apa yang akan kita lakukan?"

Menurutnya, dokter akan menelusuri riwayat penyakit yang pernah dialami penderita.

ilustrasi seseorang yang sedang berkonsultasi dengan dokter terkait masalah ejakulasi tertunda
ilustrasi seseorang yang sedang berkonsultasi dengan dokter terkait masalah ejakulasi tertunda (freepik.com)

"Lalu yang kedua, kita akan mengukur kadar hormonnya."

"Ketiga, selain testosteron, kita melihat hormon-hormon di otak," tandasnya.

Hormon yang dimaksud adalah FSH dan LH.

"Kita lihat, ada problem tidak yang namanya persyarafan, pembuluh darah, atau organ reproduksi yang bermasalah atau tidak."

Baca juga: Pria Wajib Tahu Beberapa Penyebab Ejakulasi Dini, Simak Ulasan dr. Andi Sugiarto Sp.RM

Jadi, pengobatan ejakulasi tertunda akan bersifat holistik.

Artinya, berbagai problem lain juga akan menjadi perhatian dokter.

"Pengobatannya cepat. Begitu diobati, maka akan menyembuh. Akan hilang, normal kembali," tandasnya sekali lagi.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved