Breaking News:

4 Fakta Konsumsi Teh selama Kehamilan, Bisa Bahayakan Janin jika Minum Terlalu Banyak

Bayi yang terpapar terlalu banyak kafein selama kehamilan mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk lahir prematur

Pixabay
Ilustrasi - amankah teh dikonsumsi selama kehamilan? 

TRIBUNHEALTH.COM - Teh merupakan minuman yang populer di seluruh belahan dunia.

Banyak yang mungkin percaya bahwa teh mungkin aman untuk diminum saat hamil karena teh termasuk produk alami.

Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika meminum teh saat hamil.

Setidaknya ibu hamil perlu:

  • membatasi asupannya
  • mempertimbangkan jenis dan efek sampingnya.

Dilansir TribunHealth.com dari Healthline, berikut ini fakta seputar mengonsumsi teh selama kehamilan.

Mengandung kafein

Ilustrasi manfaat teh hijau atau green tea
Ilustrasi manfaat teh hijau atau green tea (Pixabay)

Teh hitam, hijau, putih, matcha, chai, dan oolong semuanya bersumber dari daun tanaman camellia sinensis.

Teh-teh itu mengandung kafein, stimulan alami yang harus dibatasi selama kehamilan.

Per cangkir (240 ml), masing-masing mengandung kafein kira-kira:

  • matcha: 60–80 mg
  • teh oolong: 38–58 mg
  • teh hitam: 47–53 mg
  • chai: 47–53 mg
  • teh putih: 25–50 mg
  • teh hijau: 29–49 mg

Kafein dapat dengan mudah melewati plasenta, dan hati bayi yang belum matang dapat mengalami kesulitan untuk memecahnya.

2 dari 4 halaman

Dengan demikian, bayi lebih mungkin mengalami efek samping dari jumlah kafein yang dianggap aman untuk orang dewasa.

Baca juga: Olahraga yang Aman dan Berbahaya untuk Ibu Hamil, Jogging Masih Diperbolehkan

Konsumsi banyak kafein bisa membahayakan janin

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terpapar terlalu banyak kafein selama kehamilan mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah atau cacat lahir.

Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko keguguran atau lahir mati.

Risiko ini tampak minimal ketika wanita hamil membatasi asupan kafein mereka hingga maksimum 300 mg per hari.

ilustrasi usg kehamilan
ilustrasi usg kehamilan (Kompas.com)

Baca juga: 13 Tanda Kehamilan yang Mungkin Terabaikan: Mimisan, Hidung Tersumbat, hingga Sembelit

Namun, genetika beberapa wanita mungkin membuat mereka lebih sensitif terhadap efek buruk kafein.

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil wanita ini mungkin memiliki risiko keguguran 2,4 kali lebih tinggi saat mengonsumsi 100-300 mg kafein per hari.

Teh berkafein mengandung lebih sedikit kafein daripada kopi dan umumnya dianggap aman untuk diminum selama kehamilan.

Namun, asupannya mungkin perlu dibatasi untuk menghindari terlalu banyak mengonsumsi kafein per hari.

Teh herbal kemungkinan punya efek samping

Ilustrasi teh herbal, amankah untuk kehamilan?
Ilustrasi teh herbal, amankah untuk kehamilan? (Pixabay)
3 dari 4 halaman

Teh herbal terbuat dari buah-buahan kering, bunga, rempah-rempah, atau rempah-rempah dan karena itu tidak mengandung kafein.

Namun, mereka mungkin mengandung senyawa lain yang dianggap tidak aman selama kehamilan, yang dapat menyebabkan efek samping yang berisiko.

Risiko yang terkait dengan kehamilan, mungkin termasuk keguguran, persalinan prematur, dan cacat lahir.

Baca juga: 7 Penyebab Pusing pada Awal Kehamilan, Tekanan Darah Rendah hingga Morning Sickness

Efek samping lain yang perlu diwaspadai

Selain itu, dalam kasus yang jarang terjadi, teh kayu putih dapat menyebabkan mual, muntah, atau diare.

Terlebih lagi, sebuah laporan kasus menunjukkan bahwa minum teh chamomile secara teratur selama kehamilan dapat menyebabkan aliran darah yang buruk melalui jantung bayi.

Teh herbal tertentu mungkin juga mengandung senyawa yang berinteraksi dengan obat-obatan.

ilustrasi ibu hamil yang mengalami efek samping terlalu banyak teh
ilustrasi ibu hamil yang mengalami efek samping terlalu banyak teh (freepik.com)

Oleh karena itu, wanita hamil harus memberi tahu penyedia layanan kesehatan mereka tentang teh herbal apa pun yang sedang mereka konsumsi atau rencanakan untuk dikonsumsi kapan saja selama kehamilan.

Perlu diingat bahwa, karena terbatasnya jumlah penelitian tentang keamanan teh herbal, kurangnya bukti efek samping negatif tidak boleh dilihat sebagai bukti bahwa teh aman untuk diminum selama kehamilan.

Sampai lebih banyak diketahui, mungkin yang terbaik bagi wanita hamil untuk tetap berhati-hati dan menghindari minum teh apa pun yang belum terbukti aman selama kehamilan.

4 dari 4 halaman

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved