Breaking News:

Kenali Gejala GERD Sebelum Terjadi Keterlambatan yang Disampaikan Dr. dr. Tjahjadi Robert Sp.PD-KGEH

GERD menjadi masalah yang seringkali dikeluhkan. Penderita GERD seringkali mengeluhkan rasa asam, pahit di lidah dan rasa panas pada ulu hati.

grid.id
ilustrasi penderita GERD 

TRIBUNHEALTH.COM - GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah suatu kondisi yang berkembang ketika reflux atau aliran balik pada lambung ke kerongkongan yang menyebabkan gejala atau komplikasi yang mengganggu.

Faktor fisiologi terjadinya reflux karena adanya gangguan pembersihan asam esofagus dan terjadinya gangguan LES (Lower Esophageal Sph) atau katup dan adanya kondisi hiatal hernia di mana sebagian lambung menonjol ke dalam rongga dada.

Terganggunya fungsi LES pada GERD disebabkan adanya peningkatan tekanan intra-abdomen dan keterlambatan pengosongan lambung.

Ketika GERD terjadi, umumnya penderita mengalami Regurgitasi yang merupakan suatu keadaan reflux yang terjadi sesaat setelah makan.

Ditandai oleh rasa asam, pahit di lidah dan hurtburn atau sering dikenal dengan istilah rasa panas pada ulu hati yang menjalar ke dada.

ilustrasi penderita GERD
ilustrasi penderita GERD (grid.id)

Baca juga: dr. Irmadani Intan Pratiwu Paparkan Penyebab Strechmark yang Kerap Dikeluhkan Wanita

Selain itu terdapat gejala GERD yang perlu diwaspadai yaitu adanya kembung, mual, cepat kenyang, hipersalivasi, disfagia atau sulit menelan dan odinofagia atau rasa sakit saat menelan.

Gejala lain yang dapat terjadi diluar kerongkongan adalah nyeri dada nonkardiak, batuk kronik, asma dan laringitis.

Dr. dr. Tjahjadi Robert menyampaikan, untuk memastikan adanya kerusakan mukosa atau lapisan esofagus akibat iritasi asam lambung, maka disarankan menjalani endoskopi.

Endoskopi yaitu alat untuk melihat atau memantau keadaan secara langsung dari kerongkongan dan lambung.

Selain itu, untuk mendiagnosa GERD dapat dilakukan suatu pH Metri; pengukuran tingkat keasaman (pH) kerongkongan, pH Impedance; pemantauan/monitoring tingkat keasaman (pH) kerongkongan, dan PPI Test; uji terapi dengan memberikan obat golongan PPI (Proton Pimp Inhobitor).

Baca juga: 5 Cara untuk Kontrol Stres, Mulai dari Olahraga, Cukup Tidur, hingga Menemukan Hobi Baru

2 dari 2 halaman

PPI Test dengan menggunakan Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazole, Pantropazole, dan Rabeprazole.

Dr. dr. Tjahjadi Robert menyampaikan, perlu diingat semua obat memiliki efek samping, untuk itu disarankan harus berkonsultasi dengan dokter dalam menentukan pilihan obat yang terbaik.

Perlu diwaspadai juga adanya obat-obatan yang memperparah GERD yaitu aspirin, NSAIDs atau obat-obat rematik dan obat-obat keropos tulang.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan Dr. dr. Tjahjadi Robert Tedjasaputra, Sp.PD-KGEH, FINASIM. Seorang dokter spesialis penyakit dlaam Siloam Hospitals Lippo Village .

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved