TRIBUNHEALTH.COM - Tindakan yang akan dilakukan untuk mereduksi hiperpigmentasi gusi ialah depigmentasi pada gingiva.
drg. Anastasia menyampaikan satu poin penting yakni, teknik depigmentasi gingiva hanya boleh dilakukan pada kasus yang memang mengindikasikannya.
Artinya bukan merupakan kondisi anomali yang cukup membahayakan dan sifanya sistemik atau penyakit umum.
Apalagi bila terkait dengan kondisi anomali adanya kanker atau sarcoma.
Tidak serta merta bahwa setiap adanya kondisi hiperpigmentasi bisa dengan mudah dilakukan tindakan depigmentasi.
Bagi individu yang memiliki kebiasaan merokok, tindakan ini menjadi sedikit mubadzir apabila kebiasaan merokok tidak dihentikan.

Baca juga: Bagaimana Hipnoterapi bisa Mengendalikan Bipolar? Simak Penjelasan dr. Yanne Cholida
Hasil prognosa dari tindakan depigmentasi kurang lebih bisa bertahan kurang lebih 3 bulan sampai 3 tahun, setelah itu harus dilakukan tindakan ulang.
Apabila hal ini mengait dengan kondisi kesehatan umum, tentu saja kondisi kesehatan umumnya juga wajib di pulihkan.
Jika memiliki bad habbit, maka bad habbit tersebut sebaiknya dihentikan.
drg. Anastasia menyampaikan bahwa beliau tidak pernah memilih kata dikurangi, da selalu memilih kata dihentikan.
Misalkan pada para perokok sangat disarankan untuk menghentikan kebiasaan tersebut apabila tidak menghendaki kondisi hiperpigmentasi yang dialami.
Tetapi untuk kasus-kasus general yang memang harus ditambah dengan pengobatan general.
Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Soerang dokter gigi.
(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)