Breaking News:

Korelasi Pasien Covid-19 dengan Gejala Psikotik yang Disampaikan dr. Danardi Sosrosumihardjo Sp.KJ

Gejala terbaru pada pasien covid-19 yakni gejala psikotik. Belakangan ini sering ditemui pasien pasca covid-19 mengalami gejala yang tidak biasa.

kompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami gejala psikotik 

TRIBUNHEALTH.COM - Gejala psikotik disebutkan sebagai gejala terbaru pasien covid-19.

Pasien yang sudah sembuh dari covid-19, belakangan memiliki gejala yang tidak biasa.

Bahkan diantaranya mengalami psikosis atau gejala psikotik parah.

dr. Danardi menyampaikan, dalam pemahaman psikiatri psikotik terdiri dari 2 jenis apakah yang bersifat organik disebabkan oleh penyakit lain atau kondisi fisik seseorang dan psikotik fungsional.

Kondisi psikotik fungsional murni dari masalah kejiwaan atau masalah mental.

Pasien yang mengalami beberapa gejala psikotik seperti yang disebutkan diatas termasuk gejala yang lazim ditemukan dan bisa diapatkan dari psikotik organik maupun fungsional.

ilustrasi seseorang yang mengalami gejala psikotik
ilustrasi seseorang yang mengalami gejala psikotik (kompas.com)

Baca juga: dr. Yulia Asmarani, Sp.DV Bagikan Beberapa Tips untuk Dapat Mengatasi Bau Badan yang Mengganggu

Gangguan delusi merupakan gangguan yang tidak rasional atau keyakinan yang sebenarnya tidak nyata tetapi penderita sulit sekali atau dikatakan tidak bisa disampaikan kenyataannya.

Halusinasi ialah persepsi pikir yang dikaitkan dengan panca indera, seperti halusinasi dengar, halusinasi penglihatan, penciuman, pengecapan dan halusinasi perabaan.

dr. Danardi menyampaikan, banyak dilaporkan halusinasi visual atau halusinasi penglihatan lebih mengarahkan bahwa psikosis yang dialami pasien adalah organik.

Tetapi pada psikosis fungsional, pasien lebih banyak mengalami halusinasi pendengaran.

Baca juga: Mengenal Hiperemesis Gravidarum yang Kerap Dikeluhkan Ibu Hamil

dr. Danardi mengatakan, covid-19 tergolong masih baru dan yang yang dilaporkan hanya secara klinis saja bahwa mereka merawat pasien covid-19 tetapi muncul gejala psikotik, tentu hal ini memerlukan pendalaman bahwa "Apakah penyakit tersebut berbeda/terpisah atau penyakit yang saling mempengaruhi".

Apabila penyakit yang saling mempengaruhi tentu bisa "Apakah mengalami suatu peradangan atau sitokin yang membludak."

Atau dikarenakan adanya suatu infeksi ketika demam dan mengalami panas yang tinggi, bisa menimbulkan psikotik organik dan bisa muncul halusinasi.

Tetapi secara subjektif atau seseorang lebih ke arah masalah freezer atau stressor bahwa seseorang yang didiagnosis covid-19 merupakan suatu tekanan besar, merupakan stressor yang berat bisa memicu gangguan halusinasi yang sifatnya murni atau berlebihan dan menjadi tidak rasional.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Danardi Sosrosumihardjo Sp.KJ. Seorang dokter spesialis kedokteran jiwa.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved