Breaking News:

dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD Tegaskan Jika Stem Cell atau Sel Punca adalah Sel Hidup

Menurut dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD stem cell dikembangkan karena dianggap memiliki potensi untuk membantu memperbaiki kondisi sel lainnya.

sains.kompas.com
Ilustrasi uji teliti sel punca dari tali pusat bayi, dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD ungkap beragam manfaatnya 

TRIBUNHEALTH.COM - Terapi stem cell atau sel punca seringkali disebut sebagai pilihan pengobatan baru yang dapat membantu mengatasi berbagai kondisi.

Namun hingga kini penelitian dan uji klinis masih terus dilakukan untuk memastikan keamanannya dan efektivitasnya.

Pengobatan yang diketahui sudah menggunakan terapi sel punca atau stem cell salah satunya ialah kanker darah.

Tak hanya itu, pengobatan penyakit degeneratif dengan terapi sel punca atau stem cell juga terus dikembangkan.

Definisi sel punca atau stem cell

Sel punca atau stem cell merupakan sel induk yang mampu berkembang untuk membantu berbagai fungsi organ di berbagai bagian tubuh.

Sel punca atau stem cell juga disebut sebagai sel "kosong" lantaran tidak terikat pada satu fungsi tertentu.

Baca juga: Dokter Spesialis Anak, S.T Andreas Tegaskan Jika Anak yang Mengidap Flu Singapura Tetap Wajib Mandi

Ilustrasi pengembangan sel punca atau stem cell, begini penuturan dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD
Ilustrasi pengembangan sel punca atau stem cell, begini penuturan dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD (tribunnews.com)

Hal ini disampaikan oleh Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Indonesia, Prof. dr. Deby Vinski, Msc, PhD dan Anggota Komite Nasional Cell Puncah dan Sel, dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Timur program Ngobrol Sehat edisi 24 Januari 2022.

Baca juga: Dokter Spesialis Anak, S.T Andreas Paparkan Penanganan Anak yang Mengalami Flu Singapura

Tak seperti sel lain di dalam tubuh yang sudah memiliki fungsinya masing-masing atau berdiferensiasi.

Contohnya, sel darah merah yang secara khusus berfungsi untuk membawa oksigen melalui darah.

2 dari 3 halaman

Karena tidak terikat, sel punca atau stem cell dikembangkan karena dianggap memiliki potensi untuk membantu memperbaiki kondisi sel lainnya.

Apabila terapi stem cell dilakukan di klinik yang mendapatkan izin oleh dokter yang berkompeten, tentu saja treatment ini cukup aman dilakukan.

"Yang kita takutkan yang overklaim tadi, hanya platelet terus disebut sebagai stem cell. Itukan tentu saja merugikan masyarakat," terang Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Indonesia, Prof. dr. Deby Vinski, Msc, PhD.

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi: Bipolar Bisa Kambuh Ketika Penderitanya Memiliki Keinginan yang Tak Tercapai

Ilustrasi manfaat sel punca dari tali pusat yang tak hanya untuk kecantikan, Prof. dr. Deby Vinski, Msc, PhD treatment stem cell aman dilakukan
Ilustrasi manfaat sel punca dari tali pusat yang tak hanya untuk kecantikan, Prof. dr. Deby Vinski, Msc, PhD treatment stem cell aman dilakukan (sains.kompas.com)

Baca juga: Upaya Pembesaran Otot pada Pria dalam Waktu Singkat Bisa Menimbulkan Stretch Mark

"Komite mendorong lah ada usaha daripada anak bangsa yang ingin mengembangkan stem cell di Indonesia itu kita support habis. Dan kita juga melindungi masyarakat dari pengobatan-pengobatan yang sebenarnya tidak benar," ucap Anggota Komite Nasional Cell Puncah dan Sel, dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD.

"Namanya stem cell itu adalah sel hidup. Stem cell berarti dia sel hidup. Nggak mungkin dia berada di dalam pil, berada di dalam minyak, macam-macam atau asal-asalan," sambung Anggota Komite Nasional Cell Puncah dan Sel, dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD.

Karena beberapa masyarakat ada yang mengira jika stem cell bisa berupa pil dan bisa menjadi obat minum.

Perlu diingat jika sel punca atau stem cell tidak terikat pada fungsi tertentu.

Akan tetapi uniknya, stem cell memiliki kemampuan untuk mengubah diri menjadi sel lain.

Perubahan tersebut diyakini bisa membantu berbagai kondisi kesehatan, yaitu:

- Memperbaiki organ yang tidak berfungsi dengan baik

3 dari 3 halaman

- Untuk mengetahui perkembangan sel menjadi kanker

- Menguji obat baru demi keamanan dan efektivitas

- Menumbuhkan sel baru untuk menggantikan organ atau jaringan yang rusak

Baca juga: Psikolog Berikan Solusi pada Para Pengidap Bipolar saat Mengalami Fase Sedih yang Berlebihan

Ilustrasi penyimpanan sel punca dari tali pusat bayi, begini manfaatnya menurut Prof. dr. Deby Vinski, Msc, PhD
Ilustrasi penyimpanan sel punca dari tali pusat bayi, begini manfaatnya menurut Prof. dr. Deby Vinski, Msc, PhD (m.tribunnews.com)

Baca juga: Cara Merawat Enamel Gigi dengan Baik, Simak Tipsnya dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Penjelasan Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Indonesia, Prof. dr. Deby Vinski, Msc, PhD dan Anggota Komite Nasional Cell Puncah dan Sel, dr. Marhaen Hardjo M. Biomed PhD dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Timur program Ngobrol Sehat edisi 24 Januari 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved