Breaking News:

Orangtua Perlu Perhatikan Kesehatan Anak Sebelum Pembelajaran Tatap Muka

Pandemi covid-19 tentu merubah seluruh pola kehidupan masyarakat. Pendidikan pun ikut menjadi terhambat akibat pandemi yang belum usai.

health.grid.id
ilustrasi cek kesehatan anak ke dokter 

TRIBUNHEALTH.COM - Pandemi covid-19 merubah seluruh kehidupan, mulai dari aktivitas, sekolah, pekerjaan, dan hal lainnya.

Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia yang memang konsentrasinya pada kesehatan anak memberkan syarat-syarat pembelajaran tatap muka.

dr. Irmadani menyampaikan bahwa Ikatan Dokter Indonesia memberikan beberapa syarat, kepada anak yang akan mulai aktif tatap muka, yakni :

- Harus sudah divaksinasi covid-19

Anak yang berusia 12 tahun harus sudah divaksinasi covid-19

- Sudah divaksinasi booster

- Sudah divaksinasi Influenza

ilustrasi cek kesehatan anak ke dokter
ilustrasi cek kesehatan anak ke dokter (health.grid.id)

Baca juga: dr. Qori Lestari Sebut Perlunya Konsistensi Merawat Kulit Agar Tidak Mudah Timbul Permasalahan

Sebelum melakukan pembelajaran tatap muka, angka kasus positif harus sudah rendah.

dr. Irmadani menyampaikan, bahwa dokter menginginkan screening PCR karena goal standart covid masih PCR.

Tak hanya anak atau siswa saja yang sudah melakukan vaksinasi, guru dan keluarga yang berada di rumah sudah harus divaksinasi.

Bahkan segala perangkat sekolah juga harus sudah divaksinasi.

Yang paling penting untuk diketahui, apakah anak memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

Baca juga: Tindakan Depigmentasi Perlu Dilakukan Berulang, Ini Alasannya menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

dr. Irmadani menyampaikan, komorbid pada anak yang paling banyak ialah obesitas atau berat badan yang berlebih.

Selain itu, komorbid anak yang sering dijumpai ialah malnutrisi, lahir prematur, autoimun, hipertensi, dan salah satunya asma.

Jika diperlukan, pada anak yang memiliki komorbid bisa konsultasi terhadap dokter terlebih dahulu apakah aman untuk melakukan pertemuan tatap muka atau tidak.

Jam pelajaran ketika mulai PTM juga perlu diperhatikan, kemungkinan cukup dengan 2-3 jan saja.

Karena selama 2-3 jam menggunakan masker, anak akan sanggat merasa tidak nyaman bahkan munngkin cenderung akan membuka masker.

Baca juga: Kenali Dampak Jangka Panjang Karies Gigi pada Anak yang Disampaikan Dr. drg. Tri Setyawat M.Sc

Slain itu, misalkan PTM bisa dimulai dalam waktu satu minggu sekali.

Orangtua juga harus menyadari bahwa anak sudah mulai sekolah, maka anak-anak harus berada di rumah tentunya.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jabar bersama dengsn dr. Evi Novitasari, MM. Rabu (6/10/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved