Breaking News:

Ditularkan Melalui Sistem Pencernaan & Pernapasan, dr. Melia Bagikan Tips Pencegahan Hepatitis Akut

Berikut ini tips dari dr. Melia Yunita, M.Sc.,Sp.A., untuk dapat melakukan pencegahan terhadap hepatitis akut misterius.

Kompas.com
ilustrasi anak yang mengalami hepatitis akut misterius 

TRIBUNHEALTH.COM - Hepatitis merupakan suatu penyakit yang menyerang hati atau liver, dimana hati atau liver tersebut mengalami inflamasi atau peradangan.

Hepatitis akut misterius ini menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun yang ditandai dengan gejala mual, muntah, diare, sakit perut, dan juga demam.

Tak berhenti disitu saja, gejala lanjutan dan paling khas dari penyakit hepatitis akut misterius ini adalah terjadinya perubahan warna kuning pada kulit dan mata.

Oleh sebab itu pentingnya melakukan pencegahan agar dapat menekan angka hepatitis akut misterius ini, lantas bagaimana cara melakukan pencegahan terhadap penyakit ini?

Baca juga: Gejala Hepatitis Akut Misterius Dibagi Menjadi Gejala Awal & Lanjutan, Simak Ulasan dr. Melia Yunita

Ilustrasi seorang anak mengalami hepatitis akut misterius
Ilustrasi seorang anak mengalami hepatitis akut misterius (Freepik.com)

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Anak, dr. Melia Yunita, M.Sc.,Sp.A., memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Tangerang dalam program Sapa Dokter.

Menurut penuturan dr. Melia Yunita, sebelum melakukan pencegahan sebaiknya memahami lebih dahulu penyakit hepatitis akut misterius ini menularnya melalui apa.

Ketika sudah mengetahui penularannya melalui apa, diharapkan pencegahan yang dilakukan dapat maksimal dan menekan angka penularan dari hepatitis akut misterius ini.

dr. Melia menjelaskan, dipantau dari kasus yang sudah ada, sebanyak 70 persen atau sebagian besar penyakit hepatitis akut misterius ini dicurigai penyebabnya adalah Adenovirus.

Kemudian sisanya dicurigai penyebabnya karena SARS-CoV-2 dan sisanya atau sebagian kecilnya lagi penyebabnya adalah gabungan dari Adeonovirus dan SARS-CoV-2.

Baca juga: Prof. David Handojo Paparkan Alasan Penamaan Hepatitis Akut, Benarkah Terjadi dengan Cepat?

Ilustrasi anak sakit karena hepatitis akut
Ilustrasi anak sakit karena hepatitis akut (Pixabay)

"Adenovirus itu sebenarnya adalah virus yang sudah lama ada, hanya kebetulan sekarang ini virus ini bisa bermanifestasi sampai berat, karena seharusnya Adenovirus ini tidak sampai berat gejalanya," terang dr. Melia.

2 dari 4 halaman

"Sama kaya dulu, SARS-CoV-2 itukan corona virus, corona virus itu sudah lama munculnya dan biasanya gejalanya tidak berat, namun corona virus terbaru ini memiliki varian baru yang bikin manifestasinya berat."

dr. Melia memaparkan, terdapat dua sistem yang diserang oleh Adenovirus ini, yaitu pada sistem pernapasan dan pada sistem pencernaan.

Apabila virus ini menyerang pada dua sistem ini, untuk mencegahnya harus menjaga kemungkinan-kemungkinan yang masuk melalui saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

Baca juga: Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius dengan Melakukan Hal Ini, Simak Ulasan dr. Ryan Bayusantika

ilustrasi anak yang mengalami hepatitis akut misterius
ilustrasi anak yang mengalami hepatitis akut misterius (nakita.grid.id)

Sistem Pencernaan

Penularan melalui sistem pernapasan biasanya ditularkan melalui fecal oral, fecal oral artinya dari feses atau kotoran yang tidak sengaja masuk ke mulut kita.

Kondisi ini dapat menyebabkan suatu penyakit, untuk mencegah penularan dari fecal oral dapat melakukan beberapa hal berikut ini.

- Mencuci tangan setiap akan makan dan minum

- Mengkonsumsi air minum yang matang

- Mengkonsumsi makanan yang sudah di masak hingga benar-benar matang

- Pastikan tempat untuk menyajikan makanan sudah bersih

3 dari 4 halaman

- Pisahkan alat makan untuk bahan yang mentah dan bahan yang matang

Baca juga: Kenali Cara Penularan Hepatitis Akut Misterius, dr. Ryan Bayusantika Himbau untuk Menjaga Kebersihan

ilustrasi anak yang mengalami hepatitis akut misterius
ilustrasi anak yang mengalami hepatitis akut misterius (Kompas.com)

Sistem Pernapasan

"Untuk pencegahan pada sistem pernapasan saya rasa semua masyarakat Indonesia sudah hafal dan belajar dari kasus Covid-19, karena Covid-19 juga menularnya memalui saluran pernapasan," jelas dr. Melia.

Cara pencegahan pada sistem pernapasan hampir sama dengan pencegahan pada Covid-19, pencegahan dapat dilakukan dengan cara berikut.

- Mencuci tangan

- Menggunakan masker

- Menjaga jarak

- Etika batuk dan bersin

"Etika batuk dan bersin itu sangat penting untuk diajarkan kepada anak kita, sehingga ketika anak kita batuk atau bersin selalu ditutup," terang dr. Melia.

"Kalau ada tisue atau sapu tangan bisa digunakan untuk menutup saat batuk dan bersin, kalau misalnya tidak ada bisa menggunakan lengan untuk menutup ketika batuk atau bersin."

Baca juga: dr. Ryan Bayusantika Paparkan Perbedaan Hepatitis Akut Misterius dengan Hepatitis Orang Dewasa

ilustrasi anak yang mengalami hepatitis akut misterius
ilustrasi anak yang mengalami hepatitis akut misterius (Kompas.com)
4 dari 4 halaman

"Kalaupun terpaksa menutup menggunakan tangan, setelah itu jangan lupa segera mencuci tangan, karena terkadang kita batuk atau bersin ditutup dengan tangan dan lupa mencuci tangan kemudian kita memegang meja, kursi, dan kalau itu dipegang oleh orang lain dapat menular virusnya."

"Jadi betapa pentingnya untuk mengajarkan anak kita berperilaku hidup bersih dan sehat."

dr. Melia menghimbau, ketika orangtua hendak mengajarkan sesuatu kepada buah hatinya, pastikan orangtua juga melakukan hal yang sama seperti yang ia ajarkan kepada anaknya.

Karena percuma jika orangtua mengajarkan anak secara berulang-ulang, namun orangtua tidak melakukan pada dirinya sendiri, karena anak itu adalah seorang yang peniru, peniru tingkah laku orangtuanya.

Perilaku hidup bersih dan sehat ini adalah perilaku yang sederhana, tetapi dapat memproteksi anak dari berbagai macam penyakit.

Penjelasan ini disampikan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Melia Yunita, M.Sc.,Sp.A., dalam tayangan YouTube Tribun Tangerang dalam program Sapa Dokter pada 27 Mei 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved