Breaking News:

Cara Jitu Agar Anak Mau Makan Sayur, Simak Tips Prof. Dr. dr. Harsono Salimo Sp. A (K).

Simak ulasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo Sp. A (K). agar anak tertarik makan sayur

freepik.com
Ilustrasi seorang anak mengonsumsi sandwich sayur 

TRIBUNHEALTH.COM - Sayur seringkali menjadi makanan yang banyak dihjauhi oleh anak-anak.

Anak yang enggan makan sayur tentu akan membuat orangtua resah.

Pasalnya telah diketahui bersama, bahwa sayuran memiliki banyak zat gizi penting untuk tubuh.

Baca juga: Ini Cara Mengatur Jadwal Pemberian MPASI pada Anak yang Perlu Dipahami

Lantas bagaimana cara agar membuat anak suka makan sayur?

Untuk mengetahuinya, simak ulasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo Sp. A (K).

Harsono kerap dipanggil masyarakat sebagai Profesor Salimo merupakan dokter spesialis anak konsultan.

Profil Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K)
Profil Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) (Dok. pribadi Profil Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K))

Ia lahir di Kediri, Jawa Timur pada 26 Desember 1944 dan saat ini tinggal di kota Solo, Jawa Tengah.

Telah memasuki usia senja, Harsono masih bekerja sebagai staf pengajar bagian ilmu kesehatan anak di Fakultas Kedokteran UNS dan berpraktek di RSUD dr. Moerwardi Surakarta sejak 1984.

Selain di rumah sakit tersebut, ia juga membuka praktek pribadi di kediamannya di Jl. Gatot Subroto 196, Solo.

Baca juga: Profil Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) yang Menjadi Guru Besar Emeritus UNS

Sebelum bekerja di Solo, pada awal meniti karir, Harsono pernah bekerja di sejumlah daerah di Indonesia.

2 dari 4 halaman

Seperti:

1973-1979 : Dokter Puskesmas Tulungagung

Ilustrasi resep dokter
Ilustrasi resep dokter (Pixabay)

1979-1983 : Pendidikan Dokter Spesialis Anak FK Unair/RSUD Dr Sutomo

1983-1984 : Dokter Spesialis Anak RSU Solok, Sumatera Barat.

Baca juga: Pigmentasi Gusi Tanda Adanya Anomali, Ini Penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Tercatat, berdasarkan daftar riwayat hidup yang diterima oleh Tribunhealth, ia telah menempuh berbagai jenjang pendidikan dan lulus dari sejumlah universitas ternama di Indonesia.

Tanya:

Dokter bagaimana jika anak terlalu pilih-pilih makanan, misalnya anak tidak mau makan sayur hanya daging-dagingan saja.

Kondisi demikian terjadi sampai usia remaja, bagaimana pandangan dokter?

Ilustrasi beragam jenis sayur
Ilustrasi beragam jenis sayur (Pixabay)

Baca juga: Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) Mengimbau Agar Sejak Awal Anak Diberi MPASI yang Bervariasi

Ade, Solo.

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo Sp. A (K). Menjawab:

3 dari 4 halaman

Tidak bisa, sejak awal harus diperkenalkan bahwa anak perlu makan-makanan sayuran. Seperti:

- Bayem

Ilustrasi sayur bayam
Ilustrasi sayur bayam (banjarmasin.tribunnews.com)

- Sawi

- Kacang panjang

Baca juga: Buah dan Sayuran Berikut Dapat Bantu Turunkan Hipertensi, Termasuk Wortel dan Brokoli

- Wortel

- Brokoli

Itu semua harus diperkenalkan, mumpung anak belum bisa menolak.

Ilustrasi pemberian MPASI pada bayi
Ilustrasi pemberian MPASI pada bayi (jogja.tribunnews.com)

Baca juga: Asupan Potasium Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Banyak Ditemukan dalam Buah dan Sayur

Maka perlu diberikan pada saat membuat menu nasi tim.

Itu saja campuran-campurannya, sehingga anak tidak asing dengan sayuran tersebut.

Ilustrasi sayuran segar
Ilustrasi sayuran segar (Pixabay)

Maka untuk selanjutnya saat usia remaja, anak masih suka makan sayur-sayuran. Tidak hanya makanan cepat saji saja.

Baca juga: Asupan dari ASI maupun MPASI Tidak Kuat, Bisa Menjadi Faktor Penyebab Terjadinya Stunting

4 dari 4 halaman

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved