Breaking News:

dr. Robert Sinto Ungkap Kriteria Orang-orang yang Perlu Melakukan Isolasi Mandiri, Begini Ulasannya

Menurut dr. Robert Sinto isolasi mandiri bisa dilakukan oleh orang-orang yang menunjukkan gejala ringan.

kompas.com
ilustrasi isolasi mandiri, dr. Robert Sinto beberkan kriteria seseorang yang boleh melakukan isolasi mandiri 

TRIBUNHEALTH.COM - Salah satu upaya pencegahan untuk mengurangi penularan Covid-19, salah satunya adalah dengan melakukan isolasi mandiri.

Dengan melakukan isolasi mandisi (Isoman), seseorang yang terinfeksi bisa menjaga kesehatan sekaligus mencegah menularkan Covid-19 ke orang lain.

Lantas siapa sajakah yang perlu melakukan isolasi mandiri di rumah?

Dokter mengatakan apabila perlu dilihat terlebih dahulu gejala yang dialami pasien.

dr. Robert Sinto mengungkapkan jika isolasi mandiri bisa dilakukan oleh orang-orang yang menunjukkan gejala ringan.

"Kemudian yang kedua, gejalanya bisa saja ringan, tetapi pasiennya memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang tidak terkontrol. Dalam keadaan sedemikian maka kita anjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit," terang dr. Robert Sinto.

Baca juga: Anak Berisiko Tinggi Alami Asma jika Orang Tua Mengidap Asma, Dokter Ungkap Derajat Keparahan Asma

Ilustrasi seorang anak sedang melakukan isolasi mandiri, menurut dr. Robert Sinto isoman boleh dilakukan jika gejalanya ringan
Ilustrasi seorang anak sedang melakukan isolasi mandiri, menurut dr. Robert Sinto isoman boleh dilakukan jika gejalanya ringan (Freepik.com)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Robert Sinto yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 21 Februari 2022.

Baca juga: Waspada, Gejala Penyakit Periodontal Termasuk Gusi Bengkak dan Berdarah, Bisa Disertai Bau Mulut

"Atau yang ketiga, pasiennya ringan tanpa komorbid tapi gejalanya sedemikian berat tidak bisa makan, tidak bisa aktivitas, sehingga nutrisinya terancam untuk terganggu, nah kita akan anjurkan untuk masuk di rumah sakit," jelasnya.

"Jadi lihat klasifikasinya kurang lebih 3 faktor tersebut yang kita (dokter) bisa evaluasi untuk menentukan apakah kita (pasien) untuk layak isolasi mandiri tidak atau kita (pasien) butuh mendapat bantuan perawatan di fasilitas kesehatan," tuturnya dalam tayangan Ayo Sehat (21/02/2022).

"Kita semua (dokter) sepakat jika Omicron gejalanya adalah tanda kutip lebih ringan dibanding dengan variasi Delta sebelumnya," ungkapnya.

"Tapi hati-hati bahwa di laporan dunia termasuk Indonesia juga melaporkan bahwa ada pasien yang terkena Omicron dan juga meninggal," lanjutnya.

Sehingga dr. Robert Sinto imbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak boleh lengah serta tidak perlu terlalu khawatir.

Baca juga: Bahaya Menggunakan Pasta Gigi Berbahan Kimia yang Disampaikan oleh drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

ilustrasi isolasi mandiri, dr. Robert Sinto ingatkan untuk tetap waspada dan tak boleh lengah
ilustrasi isolasi mandiri, dr. Robert Sinto ingatkan untuk tetap waspada dan tak boleh lengah (kompas.com)

Baca juga: Cara Alami Mengatasi Bibir Hitam dengan Air Perasan Lemon, Begini Penuturan dr. Satya Perdana

Berdasarkan penuturan dr. Robert Sinto, angka kematian pada kelompok Delta lebih tinggi dimana angka kematian sekitar 13-15% pada kelompok Delta.

Sementara pada kelompok Omicron lebih kecil 10% nya.

Sehingga diharapkan untuk lebih waspada dan lebih longgar dalam mengamati kelompok Omicron.

Menurut dr. Robert Sinto gejala perburukkannya terjadi di akhir minggu, 5 sampai hari ke 7 di akhir minggu pertama.

"Tentang isolasinya agak lebih pendek dibanding dengan varian yang sebelumnya," ujar dr. Robert Sinto.

"Varian sekarang Omicron kita bisa pakai angka di 5 hari kita bisa coba untuk melakukan swab ulang," katanya.

Apabila pasien dinyatakan negatif di hari ke 5 dan 6, maka menurut peraturan Kementerian Kesehatan pasien sudah bisa menyelesaikan isolasi mandiri.

"Kalau sekarang kita boleh untuk mencoba kalau gejala sudah tidak ada, hari ke 5 dan hari ke 6 dua kali swab negatif, kita (pasien) bisa menyelesaikan isolasi mandiri," imbuhnya.

Baca juga: Mengenal Vaginoplasty, Prosedur untuk Mengencangkan Vagina, Begini Ulasan dr. Binsar Martin

Ilustrasi virus corona varian Delta, menurut dr. Robert Sinto angka kematian pada varian Delta lebih tinggi dibanding Omicron
Ilustrasi virus corona varian Delta, menurut dr. Robert Sinto angka kematian pada varian Delta lebih tinggi dibanding Omicron (megapolitan.kompas.com)
Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved