Breaking News:

Dibutuhkan Kerja Sama Pentahelix Bersifat Multinasional dalam Mencegah Pandemi di Masa Depan

Menurut Prof. Wiku Adisasmito kerja sama yang dikuatkan ini juga perlu diterapkan dalam mencegah potensi penularan penyakit menular lainnya.

Freepik.com
Ilustrasi virus Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito sebut pengelolaan teknologi dan ilmu kesehatan harus semakin masif untuk upaya deteksi dan pencegahan maupun pengobatan penyakit menular lainnya 

TRIBUNHEALTH.COM - Pengelolaan teknologi dan ilmu kesehatan harus semakin masif untuk upaya deteksi dan pencegahan maupun pengobatan penyakit menular lainnya.

Dengan implementasi upaya yang baik oleh seluruh elemen masyarakat secara global, maka gelombang baru Covid-19 tidak akan muncul kembali.

Namun jika kita tidak mampu menjalankannya maka perlu adanya kerelaan untuk kembali menjalani pembatasan aktivitas demi keselamatan dan kesehatan bersama.

Kerja sama yang dikuatkan ini juga perlu diterapkan dalam mencegah potensi penularan penyakit menular lainnya yang akhir-akhir ini mulai tercatat mengalami kenaikan angka seperti hepatitis akut dan kemunculan penyakit mulut dan kuku pada hewan.

Baca juga: Begini Strategi Fase Baru Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito: Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19, menurut Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19, menurut Prof. Wiku Adisasmito dengan implementasi upaya yang baik oleh seluruh elemen masyarakat secara global, maka gelombang baru Covid-19 tidak akan muncul kembali (Freepik.com)

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 10 Mei 2022.

Baca juga: Dokter Anjurkan Tak Enggan Berbicara Jujur Kepada Dokter jika Merasa Sakit setelah Penarikan Behel

Perlu diketahui bersama bahwa belajar dari pandemi Covid-19 dibutuhkan kerja sama pentahelix yang bersifat multinasional dalam mencegah pandemi yang berpotensi terjadi di masa depan dengan pendekatan aspek yang komprehensif, yaitu kesehatan manusia dan aspek lain yang bersinggungan seperti kesehatan hewan dan lingkungan.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito memaparkan update kebijakan penanganan Covid-19 beberapa hari terakhir ini.

Pemerintah resmi menyampaikan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) leveling akan terus berlanjut sampai dengan kondisi Covid-19 di tingkat internasional dan nasional dapat terkendali dengan baik.

Dengan demikian, per tanggal 10 Mei 2022 pemerintah kembali memperpanjang PPKM leveling dengan merilis Instruksi Mendagri (InMendagri) No. 24 Tahun 2022 tentang PPKM di wilayah pulau Jawa-Bali dan Instruksi Mendagri (InMendagri) No.25 Tahun 2022 tentang PPKM di wilayah non Jawa-Bali.

Baca juga: Perlunya Menghindari Makanan Junk Food Tinggi Natrium yang Sebabkan Seseorang Memiliki Double Chin

Ilustrasi mutasi virus corona yang harus diwaspadai, Prof. Wiku Adisasmito ungkap
Ilustrasi mutasi virus corona yang harus diwaspadai, Prof. Wiku Adisasmito ungkap jika pemerintah kembali memperpanjang PPKM leveling (jatim.tribunnews.com)

Baca juga: Ternyata Warna Bibir Hitam Bisa Disebabkan Suatu Penyakit, Begini Penuturan dr. Satya Perdana

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) leveling ini akan berlaku sampai tanggal 23 Mei 2022.

Menurut Prof. Wiku Adisasmito masih terdapat wilayah Jawa-Bali yang berada di level 3, yaitu Kabupaten Pamekasan.

Sedangkan untuk wilayah non Jawa-Bali masih terdapat 22 kabupaten kota yang masih berada di level 3.

Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah daerah yang berhasil menurunkan level PPKM dengan terus menyesuaikannya dengan indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan serta ditambah dengan indikator capaiam total vaksinasi daerah.

Tak lupa Prof. Wiku Adisasmito juga mengucapkan terima kasih kepada aparat TNI, POLRI, Pemerintah Daerah, Kementerian dan lembaga yang telah bersama-sama berjuang dalam rangka mensukseskan agenda mudik lebaran di tahun 2022 serta kepada masyarakat Indonesia yang senantiasa di masa mudik lebaran tahun ini tetap mematuhi aturan, khususnya aturan pelaku perjalanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Perlu menjadi kesadaran bersama bahwa kedisiplinan dan kolaborasi seluruh pihak merupakan hal yang paling utama dan menjadi kunci dalam penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Ketahui Penyebab Seseorang Memiliki Warna Bibir Hitam, Begini Penjelasan dr. Satya Perdana

Ilustrasi mutasi virus corona, menurut Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi mutasi virus corona, menurut Prof. Wiku Adisasmito kedisiplinan dan kolaborasi seluruh pihak merupakan hal yang paling utama dan menjadi kunci dalam penanganan pandemi Covid-19 (Pixabay)

Baca juga: dr. Henny Kartika Sp.OG Paparkan Waktu Penyembuhan yang Dibutuhkan Pasien setelah Eracs dan Caesar

Penjelasan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 10 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved