Breaking News:

Apakah Perlu Konsumsi Vitamin C meski Sudah Vaksinasi Influenza? Begini Kata dr. Evi Novitasari

Begini penjelasan dr. Evi Novitasari mengenai kebutuhan konsumsi vitamin C setelah melakukan vaksinasi influenza.

style.tribunnews.com
Ilustrasi makanan yang kaya akan kandungan vitamin C dan mineral 

TRIBUNHEALTH.COM - Infulenza atau flu adalah salah satu jenis virus yang kerap menyerang semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Infulenza atau flu merupakan infeksi virus yang menyerang pada bagian pernapasan, yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Influenza merupakan virus atau self-limiting disease, yang bisa sembuh dengan sendirinya dengan melakukan istirahat yang cukup.

Meskipun tergolong dalam self-limiting disease, pentingnya melakukan pencegahan influenza dengan melakukan vaksinasi influenza.

Vaksinasi influenza dikenal sebagai vaksin yang mampu melindungi tubuh dari penyakit flu.

Selain vaksinasi influenza, pentingnya mengkonsumsi vitamin salah satunya adalah vitamin C.

Baca juga: Benarkah Vitamin C Dapat Menyembuhkan Flu dan Mengurangi Berat Badan? Begini Kata dr. Evi Novitasari

ilustrasi vitamin c
ilustrasi vitamin c (grid.id)

Vitamin C adalah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan sangat dibutuhkan oleh tubuh karena memiliki banyak manfaat baik untuk tubuh, salah satunya untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Jika sistem imunitas baik, maka pencegahan tubuh terhadap serangan penyakit dapat dihalau dengan baik, sehingga tubuh tidak rentan terkena penyakit, salah satunya seperti flu.

Lantas jika sudah melakukan vaksinasi influenza, apakah harus mengkonsumsi vitamin C?

Dilansir TribunHealth.com, dr. Evi Novitasari memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

2 dari 3 halaman

Menurut dr. Evi Novitasari, vitamin C dan vaksinasi influenza adalah dua hal yang berbeda.

Vaksinasi influenza memang diperlukan oleh tubuh, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini.

"Vaksinasi influenza dilakukan setiap satu tahun sekali, agar mudah biasanya saya sarankan melakukan vaksinasi influenza pada hari ulang tahun pasien," tutur dr. Evi.

"Supaya pasien ingat dan ibaratnya kita memberikan hadiah untuk diri sendiri atau memproteksi diri dengan melakukan suntik vaksinasi influenza."

"Itu cukup satu tahun sekali saja ya, tidak perlu tiap minggu atau bahkan tiap bulan."

Baca juga: Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Kulit, dr. Evi: Cegah Radikal Bebas hingga Cegah Kanker Kulit

Ilustrasi vaksin influenza
Ilustrasi vaksin influenza (Pexels)

dr. Evi Novitasari menjelaskan, untuk vitamin C jika memang makanan yang dikonsumsi sudah memenuhi gizi yang seimbang, rajin makan sayur, buah, protein, dan karbohidrat sudah bagus tidak perlu konsumsi vitamin C.

Namun jika memang memiliki rutinitas tinggi, banyak aktivitas di luar ruangan dan bertemu banyak orang, asupan makanan dirasa kurang, maka boleh ditambahkan dengan konsumsi suplemen atau tablet vitamin C.

Ketika seseorang sudah memenuhi vaksinasi influenza dan menjaga pola makannya dengan baik, maka suplemen vitamin C tidak diperlukan lagi.

Akan tetapi, jika seseorang sudah memenuhi vaksinasi inflenza dan memiliki banyak aktivitas di luar ruangan dan konsumsi makanan tidak baik, maka pentingnya mengkonsumsi suplemen vitamin C.

dr. Evi menuturkan, konsumsi suplemen vitamin C tidak perlu dengan dosis yang tinggi dan dapat disesuaikan dengan angka kebutuhan gizi atau AKG sekitar 70 - 140 mg per hari.

3 dari 3 halaman

Beberapa orang mengalami efek samping setelah minum vitamin C seperti mual, muntah, kembung, dan asam lambung.

Baca juga: Meski Tak Ada Larangan Mutlak, dr. Evi Novitasari Imbau Konsumsi Vitamin C 2 Jam setelah Minum Kopi

Ilustrasi suntik vitamin C
Ilustrasi suntik vitamin C (hits.grid.id)

Jika mengalami hal seperti ini, pilihan alternatif untuk memenuhi kebutuhan vitamin C adalah dengan suntik vitamin C.

"Konsumsi vitamin C tidak harus selalu dalam jumlah banyak," tutur dr. Evi.

"Pastikan suntik vitamin C di klinik kesehatan dan pastikan yang menyuntik adalah tenaga kesehatan."

"Karena takutnya jika bukan tenaga kesehatan yang menyuntikkan, sterilisasi alat dan teknik menyuntik tidak terjaga dengan baik."

"Sebelumnya konsultasi dengan dokter lebih dahulu, kemudian lakukan suntik vitamin C di rumah sakit atau klinik kesehatan yang memang mempunyai tenaga kesehatan yang memumpuni."

Penjelasan ini disampaikan oleh dr. Evi Novitasari dalam tayangan YouTube Tribun Jabar Video pada 20 April 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved