Breaking News:

Filler Bisa Dilakukan saat Mulai Memasuki Usia Remaja, Tetapi Perlu Diingat Fungsinya.

Treatment Filler merupakan salah satu treatment yang mengatasi keluhan wajah seperti mulai cekung, kulit terlihat tidak kencang, dan penuaan.

lifestyle.kompas.com
ilustrasi treatment filler 

TRIBUNHEALTH.COM - Sejauh ini banyak dokter di klinik kecantikan melakukan filler pada bagian wajah.

Sebetulnya terdapat bagian lain yang bisa dilakukan filler, biasanya pada bagian leher.

dr. Carryn menyampaikan bahwa treatment filler pada leher tidak sering dilakukan, yang paling sering dilakukan filler pada wajah.

Cara kerja treatment filler adalah untuk mengisi bagian-bagian yang sudah mulai kosong.

Karena bisanya orang-orang yang sudah mengalami aging atau penuaan, lemak-lemak pada wajah akan mulai menghilang atau berkurang.

ilustrasi treatment filler
ilustrasi treatment filler (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Veneer Bukan untuk Memutihkan Gigi, tetapi Mengatasi Gigi Patah, Retak, dan Ukuran Gigi Tidak Sama

Sehingga kulit terlihat lebih jatuh atau bagian-bagian tubuh terlihat lebih kendur.

dr. Carryn mengatakan bahwa suntikan filler bertujuan untuk menggantikan lemak-lemak yang sudah hilang untuk menopang bagian wajah.

Treatment filler bisa dilakukan saat memasuki usia remaja, tetapi mengingat kembali fungsi dari treatment filler.

Biasanya treatment filler ini dilakukan oleh orang-orang yang sudah mengalami proses aging atau penuaan pada usia 40 tahun ke atas.

Hal tersebut dikarenakan pasien yang sudah mengalami penuaan ingin mengembalikan bentuk-bentuk wajah agar terlihat awet muda.

Baca juga: dr. Andreas: Penyebab Usus Buntu karena Lumen Usus Tidak Sepenuhnya Lurus dan Bagus

2 dari 2 halaman

Treatment filler bisa dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Pada usia muda yang melakukan filler bertujuan untuk menambah penampilan, seperti filler pada hidung atapun pada bibir.

Berbeda dengan usia yang memasuki penuaan, filler bertujuan untuk mengembalikan bentuk wajah agar terlihat lebih muda.

dr. Carryn mengatakan bahwa semua tindakan medis memiliki efek samping ataupun komplikasi.

Treatment filler bisa terjadi komplikasi ringan yaitu terjadi lebam atau pembengkakan setelah penyuntikan filler.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Puasa yang Penting untuk Diketahui

Lebam dan pembengkakan bisa diminimalisir dengan pemilihan klinik, dan dokter yang kompeten.

Efek samping filler yang lebih berbahaya bisa terjadi infeksi apabila kurang bersih, atapun bisa terjadi masuknya filler ke pembuluh darah yang beresiko merusak jaringan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan dr. Carryn Miranda Saptari. Aesthetic Doctor Dermaster Bali. Kamis (2/9/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved