Breaking News:

Waspada, Virus Covid-19 Varian Omicron Memiliki Gejala yang Hampir Sama dengan Influenza

Pandemi belum berakhir sampai saat ini. Virus covid-19 bermutasi semakin banyak dan kali ini terdapat varian baru yang bernama Omicron.

tribunnews.com
ilustrasi virus varian omicron 

TRIBUNHEALTH.COM - Omicron merupakan varian baru dari virus Covid-19.

Seperti yang kita ketahui bahwa varian dari virus Covid-19 sangat banyak mulai dari Alfa, Beta, Delta, dan setelah kasus covid sedikit mereda terdapat varian baru yang bernama Omicron.

dr. Andreas Infianto menyamaikan bahwa varian Omicron disinyalir lebih cepat menular.

Tetapi untuk derajat keparahan pasien yang terpapar virus covid varian Omicron tergolong rendah seperti virus biasa.

Meskipun begitu, masyarakat tidak boleh lengah karena sangat ditakutkan jika varian Omicron menimbulkan ledakan kasus yang tinggi.

Gejala seseorang yang terpapar virus covid-19 varian Omicron hampir sama dengan influenza.

ilustrasi virus varian omicron
ilustrasi virus varian omicron (tribunnews.com)

Baca juga: drg. Aprilia Denta Paparkan Beberapa Penyebab Munculnya Bau Mulut

dr. Andreas Infianto menjelaskan, virus merupakan makhluk hidup yang bermutasi tergantung inangnya.

Jika virus menempel pada inang yang memiliki imun tidak baik, maka akan terjadi keparahan.

Sama seperti virus influenza, jika terjadi pada seseorang dengan komorbid akan terjadi keparahan.

Tetapi jika menginfeksi pada orang dewasa muda akan biasa-biasa saja.

Di dalam satu komponen dari virus Omicron, ternyata ada satu mutasi gen yang mirip seperti manusia.

Sehingga lebih gampang menyerang manusia, tetapi gejala Omicron tidak separah dari varian virus lain seperti sesak nafas, demam tinggi hingga sulit bernafas dan hilang penciuman.

Baca juga: dr. Pratidona Anasika Bagikan Tips untuk Menjaga Kesehatan Kulit di Bulan Ramadhan

Tetapi virus varian Omicron cenderung biasa seperti influenza.

Gejala yang dialami oleh seseorang yang terpapar Omicron seperti batuk, pilek, dan tubuh terasa pegal-pegal.

dr. Andreas Infianto menyampaikan bahwa menurut beberapa laporan yang dikumpulkan oleh WHO, kematian akibat varian Omicron tidak ada sama sekali.

Yang ditakutkan ialah penyebaran dari virus varuaan Omicron lebih cepat.

Diketahui di Afrika Selatan pada usia 9 tahun sampai 20 atau 30 tahun karena mobilitas lebih tinggi, maka cenderung mudah terpapar virus Omicron.

Beberapa pasien yang terpapar Omicron ada yang dirawat dirumah sakit, tetapi tidak sampai membutuhkan alat bantu nafas dan berbagai macam antibiotik.

Pasien dirawat hanya untuk isolasi di rumah sakit saja.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung bersama dengan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K), FISR. Seorang dokter spesialis paru Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Kamis (9/12/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved