Breaking News:

Aturan Datang ke Dokter Gigi Pasca Kasus Pandemi Covid-19 Melandai

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai aturan datang ke dokter gigi pasca pandemi Covid-19 melandai

tribunnews.com
Ilustrasi penanganan dokter gigi dimasa pandemi 

TRIBUNHEALTH.COM - Pandemi sudah memasuki Indonesia 2 tahun lamanya.

Berbeda dari waktu sebelumnya, kasus pandemi akhir-akhir ini mengalami penurunan.

Penurunan kasus tersebut membuat pelonggaran mobilitas mulai dilakukan.

Baca juga: Karang Gigi yang Tak Segera Ditangani Bisa Menimbulkan Masalah pada Gigi dan Gusi, Begini Ulasannya

Adanya hal tersebut apakah juga mempengaruhi mekanisme pemeriksaan di dokter gigi?

drg. Zaida Dahlia Wattimena mengungkapkan, meskipun kasus menurun, namun protokol kesehatan tetap harus ditegakkan.

Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan.
Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan. (Freepik.com)

Baca juga: Dengan Menjalankan Puasa Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Rongga Mulut, Begini Kata drg. Ummi Kalsum

Saat ini pemberian pelayanan masih terbatas, kendati begitu pelayanan masih dioptimalkan dengan menyesuaikan kondisi poli kliniknya.

Saat pasien datang pertama kali, hal yang harus dilakukan adalah melakukan pengecekan suhu.

Selanjutnya harus mencuci tangan dan berkumur terlebih dahulu menggunakan antiseptik.

Baca juga: drg. Ummi Kalsum, MH.Kes: Saat Mengunyah, Air Liur atau Saliva Akan Membersihkan Sela-sela Gigi

memakai sarung tangan khusus serta tidak lupa memakai clemek untuk melindung tubuh.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi transfer virus antara dokter dan pasien.

2 dari 4 halaman

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Ilustrasi menjaga kebersihan gigi dan mulut
Ilustrasi menjaga kebersihan gigi dan mulut (pop.grid.id)

Masalah kesehatan gigi dan mulut telah banyak dialami oleh masyarakat.

Paling sering terjadi adalah masalah gigi berlubang.

Meski berbagai permasalahan gigi dan mulut telah banyak terjadi, namun rupanya masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatan rongga mulut.

Baca juga: drg. Megananda: Rajin Menyikat Gigi Tetapi Caranya Salah Beresiko Pembentukan Kalkulus

Seperti tidak rutin kontrol ke dokter gigi dan melakukan pengobatan gigi bermasalah secara mandiri.

Menanggapi hal tersebut, Zaida memberikan ulasannya.

ilustrasi konsultasi dengan dokter gigi
ilustrasi konsultasi dengan dokter gigi (pixabay.com)

Berdasarkan penjelasannya, kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut yang minim disebabkan karena pengetahuan masyarakat yang masih minim.

"Untuk orang Indonesia itu mindsetnya 'saya akan ke dokter gigi kalau gigi saya sakit, gusi saya bengkak, merah dan berdarah'," kata Zaida dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Sumsel.

Berbanding terbalik dengan kebanyakan masyarakat di luar Indonesia yang sudah rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Baca juga: Periksa Gigi dan Mulut Jelang Puasa, Dokter Singgung Pentingnya Periksa Rutin 6 Bulan Sekali

Meskipun tidak memiliki masalah gigi dan mulut.

3 dari 4 halaman

Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap cara merawat kesehatan gigi dan mulut, menyebabkan berbagai permasalahan rongga mulut banyak dialami.

Masih banyak masyarakat Indonesia yang ditemui salah dalam cara menyikat gigi.

ilustrasi seseorang yang sedang menyikat gigi
ilustrasi seseorang yang sedang menyikat gigi (freepik.com)

"Jadi asal-asalan, yang penting sudah sikat gigi," imbuh Zaida.

Kebiasaan yang rutin dilakukan setiap hari ini, harus dijalankan dengan teknik yang tepat.

Seringkali masyarakat berprinsip dalam melakukan metode sikat gigi harus dengan bulu sikat yang keras dan cara menyikat yang kencang.

Baca juga: Dokter Jelaskan Makanan yang Baik dan Buruk untuk Gigi, Sarankan Makan Buah Segar Dibanding Kering

Padahal kedua prinsip di atas tidak dibenarkan.

Zaida menganjurkan untuk memilih permukaan bulu sikat yang halus.

ilustrasi sikat gigi
ilustrasi sikat gigi (kids.grid.id)

Karena jika menggunakan bulu sikat yang kasar dapat mengikis gusi.

Akhirnya banyak sekali keluhan yang timbul, seperti gusi berdarah.

Selain memilih bulu sikat yang halus, juga penting untuk dipahami dalam teknik menyikat gigi yang benar.

Baca juga: Penyebab Masalah Gigi dan Mulut Kerap Terjadi saat Puasa, Simak drg. Ummi Kalsum, MH. Kes., Sp.KG.

4 dari 4 halaman

Jangan menyikat gigi dengan teknik arah kiri kanan secara kencang.

Padahal cara tersebut hanya membersihkan permukaan gigi saja, tidak secara keseluruhan.

Ilustrasi pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter gigi
Ilustrasi pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter gigi (jatim.tribunnews.com)

"Itu tidak akan mencapai sela-sela gigi, hanya pada permukaan gigi saja."

"Akhirnya karang gigi tetap menumpuk, meskipun sikat gigi rajin," ucap Zaida.

Maka dari itu, terapkan cara menyikat gigi dari atas ke bawah. Lebih baik daripada dari kiri ke kanan.

Baca juga: Penggunaan Tusuk Gigi yang Tidak Tepat Sebabkan Infeksi pada Gusi, Begini Ulasan drg. Anastasia

Dengan menyikat gigi dari atas ke bawah, maka kotoran pada sela gigi akan terangkat dengan baik.

Lebih lanjut, tidak hanya berfokus pada cara menyikat gigi, penting juga membersihkan lidah.

ilustrasi lidah yang sehat
ilustrasi lidah yang sehat (pixabay.com)

Seringkali kebersihan lidah disepelekan. Padahal lidah juga merupakan bagian dari rongga mulut.

Perlu diketahui bahwa, dengan menyikat lidah dapat terhindar dari permasalahan bau mulut.

Dalam membersihkan lidah, cukup bisa dilakukan dengan memanfaatkan bulu sikat yang halus.

Baca juga: 5 Penyebab Lidah Kuning, Masalah Kebersihan Mulut hingga Kondisi Medis Serius

"Ditarik dari belakang ke depan sebanyak 4 kali, baru kumur-kumur," jelas Zaida.

Zaida mengingatkan untuk menyikat gigi 2 kali sehari pada saat pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur.

Penjelasan drg. Zaida Dahlia Wattimena ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Sumsel.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved