Breaking News:

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid: Sampai Saat Ini Varian Deltacron Belum Terdeteksi di Indonesia

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid pemeriksaan yang dilakukan belum terdeteksi varian Deltacron di Indonesia.

health.grid.id
Ilustrasi varian Deltacron, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebut belum terdeteksi di Indonesia 

TRIBUNHEALTH.COM - Sampai saat ini Covid-19 varian Deltacron belum terdeteksi di Indonesia.

Saat ini masih terus berupaya untuk meningkatkan kewaspadaan karena kita tahu baik varian Delta dan Omicron sudah merupakan transmisi lokal.

Sampai saat ini dengan pemeriksaan yang dilakukan belum terdeteksi varian Deltacron di Indonesia.

Mengenai penggunaan testing di rumah, hingga saat ini pembahasan masih dilakukan bersama para ahli.

Baca juga: drg. Ummi Kalsum Sarankan Sebelum Berpuasa Sebaiknya Memaksimalkan Kondisi Dalam Rongga Mulut

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 15 Maret 2022.

ilustrasi Deltacron, simak ulasan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid
ilustrasi Deltacron, simak ulasan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (kompas.com)

Tentunya sampai adanya informasi lanjut tentang perubahan penggunaan testing, tentunya saat ini masih merujuk kepada KMK tentang pemeriksaan rapid antigen yang saat ini masih dilakukan oleh tenaga kesehatan dan di fasilitas-fasilitas yang memenuhi syarat.

Untuk tracing diketahui bahwa dengan pemeriksaan antigen sebenarnya angka positivity ratenya itu sangat rendah sekitar 5-8%.

Sementara jika dilihat, PCR memang mendeteksi jauh lebih sensitif karena angka positivity ratenya sekitar 40-55%.

Baca juga: drg. Ummi Kalsum, MH.Kes., Sp.KG Ingatkan Melakukan Pemeriksaan Rongga Mulut Sebelum Jalankan Puasa

Tidak ada perubahan yang bermakna, terutama untuk diagnosis daripada testing yang digunakan untuk diagnosis.

Karena sebenarnya untuk mengukur laju penularan, lebih kepada mengukur pemeriksaan yang dilakukan untuk diagnosis.

Terkait dengan tracing, tentunya kasus-kasus yang didapatkan positif dari hasil pemeriksaan diagnosis, bukan dari screening.

ilustrasi pemeriksaan pasien yang terpapar Covid-19, simak ulasan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid
ilustrasi pemeriksaan pasien yang terpapar Covid-19, simak ulasan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (health.grid.id)

"Jadi tentunya kita tahu di dalam inmendagri masih tercantum target testing dan tracing yang harus dilakukan oleh kabupaten kota dan ini masih menjadi indikator dalam penilaian level PPKM dari kabupaten kota," pungkasnya.

Baca juga: Apakah Benar Jika Pria Penderita Vitiligo Berisiko Alami Kanker Prostat? Begini Ulasan dr. Halim

Penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 15 Maret 2022.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved