Breaking News:

Pentingnya Membersihkan Karang Gigi Secara Rutin untuk Menghindari Kejadian Gusi Turun

Menajga kebersihan dan kesehatan gigi perlu diperhatikan. Salah satu hal yang wajib dilakukan adalah membersihkan karang gigi setiap 6 bulan sekali.

Penulis: Putri Pramestianggraini | Editor: Ekarista Rahmawati
pekanbaru.tribunnews.com
ilustrasi pembersihan karang gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Perawatan awal sebelum terjadi presesi yang ekstrim, biasanya dilakukan tindakan pencegahan.

Yaitu dengan melihat kondisi mengangkat apapun menjadi penyebabnya.

Pada umumnya yang menjadi penyebab menurunnya gusi adalah akibat karang gigi.

Oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan cuci karang gigi.

Tindakan cuci karang gigi ini akan dianjurkan dokter selama 6 bulan sekali.

Karang gigi pada setiap orang pasti ada, namun tergantung dengan jumlahnya.

Seseorang yang rajin menyikat gigi atau oral hygiene bagus, mungkin jumlah karang gigi yang menempel sedikit.

Pada orang yang kurang memperhatikan kebersihan area gigi, kemungkinan memiliki banyak karang gigi yang menempel pada permukaan gigi.

ilustrasi pembersihan karang gigi
ilustrasi pembersihan karang gigi (pekanbaru.tribunnews.com)

Baca juga: dr. Citra Anggraeny, M.Biomed (AAM) Sarankan untuk Tak Menggunakan Makeup Berlebih Saat Berjerawat

Hal yang harus diketahui pertama kali ialah faktor penyebab gusi turun.

Jika gusi mengalami penurunan akibat adanya karang gigi, maka hal yang pertama kali dilakukan adalah tindakan scalling.

2 dari 3 halaman

Scalling yaitu pembersihan karang gigi yang menempel pada permukaan gigi.

Jika kondisi penurunan gusi lebih parah, gusi turin hingga ke permukaan akar gigi biasanya dilakukan tindakan root planning.

Tindakan root planning merupakan pembersihan akar gigi dengan cara melakukan kuret pada permukaan gigi menggunakan alat tertentu.

Dilakukannya root planning ini agar permukaan gigi bersih dari plak-plak sisa makanan yang menempel.

Plak gigi atau karang gigi bisa masuk sampai ke akar gigi, tidak hanya pada permukaan gigi saja.

Baca juga: Masyarakat Harus Pahami, Menurut Penelitian Tidak Pernah Terbukti Anak akan Sakit Setelah Imunisasi

Kejadian tersebut merupakan kejadian yang ekstrim akibat adanya karang gigi.

Kejadian yang paling ekstrim akibat adanya karang gigi adalah terjadinya kegoyangan gigi.

Untuk mencegah terlepasnya gigi, maka dilakukan tindakan bone graft.

Bone graft diistilahkan menanam benih gusi atau tulang, dan terdapat bahan khusus yang diberikan pada permukaan yang mengalami resesi.

Tujuan dilakukannya bone graft adalah untuk menggantikan kerusakan jaringan pendukung gigi yang hilang.

3 dari 3 halaman

Bone graft semacam dengan gusi tambahan, dan terdapat bahan khusus untuk tindakan bone graft.

Ini dikutip dari channel YouTube Tribun Health, dan disampaikan oleh Dr. drg. Munawir H. Usman, S.KG., M.AP. Seorang dokter gigi Rumah Sakit Undata Sulawesi Tengah. Rabu (28/4/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comperawatan gigiKesehatan gigiGusi Turunkarang gigiDr. drg. Munawir H. Usman SKG. MAP Jembatan Sikatak
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved