Breaking News:

Dermatitis Atopik pada Bayi Sebabkan Kulit Lebih Rentan dan Mudah Teriritasi, Simak Ulasan dr. Melly

Menurut dr. Melly Mayasari, Sp.DV dermatitis atopik yang terjadi pada bayi meskipun sudah sembuh dikemudian hari bisa kambuh lagi.

kompas.com
ilustrasi dermatitis atopik pada bayi 

TRIBUNHEALTH.COM - Dermatitis atopik merupakan suatu peradangan yang terjadi pada kulit yang bersifat berulang.

Dermatitis atopik ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh dan rasa gatal yang berlebih.

Penyakit kulit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Prevelensi atau populasi dermatitis atopik pada bayi dan anak-anak sekitar 10 persen hingga 20 persen.

Meskipun dermatitis atopik ini sudah diobati dan sembuh, namun dermatitis atopik ini bisa kambuh kembali.

Dermatitis atopik bisa timbul pada tempat-tempat tertentu dan biasanya terjadi pada keluarga yang memiliki riwayat alergi seperti asma bronkial, rinitis alergi, dan beberapa bentuk alergi makanan.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Dermatovenereologi, dr. Melly Mayasari, Sp.DV memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

Menurut dr. Melly, dermatitis atopik disebabkan karena dua faktor yaitu faktor dari dalam atau faktor intrinsik dan faktor dari luar atau faktor ekstrinsik.

Baca juga: Dermatitis Atopik Ditandai dengan Kondisi Kulit Memerah, Kering dan Pecah-pecah

ilustrasi anak yang mengalami dermatitis atopik
ilustrasi anak yang mengalami dermatitis atopik (grid.id)

Faktor intrinsik terdiri dari faktor genetik, gangguan fungsi sawar, imunologis, dan psikologis.

Sedangkan faktor ekstrinsik terdiri dari bahan iritan, polutan, alergen hidup, dan makanan yang dikonsumsi.

2 dari 3 halaman

dr. Melly menjelaskan, gabungan dari faktor intrinsik dan ekstrinsik inilah yang menyebabkan kulit menjadi kering.

Kulit kering akan menyebabkan kulit kehilangan cairan dan kemampuan kulit mengikat air akan semakin menurun.

Kondisi tersebut yang akhirnya memunculkan keluhan gatal dan kulit timbul bercak-bercak merah.

Gangguan fungsi ini yang akan meningkatkan risiko pada bayi dan menyebabkan bayi mudah teriritasi dengan bahan-bahan kontak.

Misalnya ketika bayi diaplikasikan minyak telon atau minyak kayu putih dan kulit menjadi kemerahan, kulit menjadi rentan terhadap bahan-bahan iritasi.

Berikut ini adalah fase terjadinya dermatitis atopik pada bayi dan anak serta tempat munculnya dermatitis atopik.

Fase bayi

Pada fase bayi, dermatitis atopik muncul pada usia 0 - 2 tahun dan paling sering muncul pada usia 3 bulan.

Kelainan kulit pada bayi ini dapat terjadi di beberapa tempat seperti pipi, kulit kepala, dahu, telinga, leher, dan bahkan badan.

Kondisi ini bisa berlanjut hingga usia 2 tahun.

3 dari 3 halaman

Fase anak

Dermatitis atopik pada fase anak terjadi pada usia 2 tahun hingga pubertas.

Dermatitis ini bisa muncul pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan, kaki, lipatan siku, hingga litpatan lutut.

Baca juga: Begini Pengobatan Dermatitis Atopik di Rumah, Simak Ulasan dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK

ilustrasi dermatitis atopik
ilustrasi dermatitis atopik (tribunnews.com)

Menurut penuturan dr. Melly, ketika dermatitis atopik ini baru muncul biasanya akan muncul bercak merah, ada benjolan yang berisi air, dan batasan belum tegas.

Ketika kondisi dermatitis atopik sudah berlangsung lama atau kronik dan tidak diobati maka kulit akan menghitam, batasan lebih tegas, dan kulit lebih bersisik.

Sehingga mudah untuk membedakan dermatitis atopik yang masih akut atau sudah kronik.

Orangtua sebaiknya memperhatikan kondisi anak dengan lebih teliti, ketika anak mulai muncul gejala ruam sebaiknya tidak disepelekan dan segera dibawa ke dokter.

Keluhan yang paling mudah dikenali pada bayi ketika terjadi dermatitis atopik adalah muncul ruam, anak menjadi rewel dan susah tidur karena aktivitas anak menjadi lebih sensitif akibat gatal yang dirasakannya.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Dermatovenereologi, dr. Melly Mayasari, Sp.DV dalam tayangan YouTube Tribun Jabar Video paada 16 Februari 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved