Breaking News:

Cemas Berlebihan Memicu Naiknya Asam Lambung? Begini Penjelasan Dokter

Asam lambung merupakan masalah pada pencernaan yang ditandai dengan rasa terbakar pada dada. Sebenarnya asam lambung bisa dialami oleh berbagai usia.

intisari.grid.id
ilustrasi seseorang yang merasa cemas 

TRIBUNHEALTH.COM - GERD atau penyakit asam lambung ditandai dengan gejala khusus yaitu munculnya rasa terbakar didada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Perlu dipahami bahwa asam lambung tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi bisa juga terjadi pada anak-anak.

Terkadang perasaan cemas bisa mengakibatkan kadar asam lambung menjadi lebih tinggi daripada pasien yang tidak merasa cemas.

Beberapa penderita asam lambung atau GERD ada juga yang bergejala susah BAB atau banyak BAB.

Sebenarnya hubungan otak dengan saluran cerna sangat erat.

Banyak penyakit disaluran cerna jika dicari penyebabnya adalah aspek psikologis biasa disebut dengan psikosomatis.

ilustrasi seseorang yang merasa cemas
ilustrasi seseorang yang merasa cemas (intisari.grid.id)

Baca juga: dr. Mustopa, Sp.PD : Penerapan Pola Hidup Sehat Bisa Mencegah Terjadinya Sleep Apnea

dr. Hasan Mauhaleha mengatakan bahwa kondisi kecemasan bisa mempengaruhi GERD.

Penanganan GERD akibat psikosomatis yaitu dengan mengobati GERD terrlebih dahulu, lalu mengobati psikosomatis.

Dengan cara menyakinkan pasien bahwa penyakitnya bisa disembuhkan, dan dikontrol.

Tidak perlu ada kecemasan berlebihan dan disitulah bisa mengobati GERDnya.

2 dari 3 halaman

Pasien GERD tidak selalu didampingi psikosomatisnya, tapi bisa berhubungan.

Ada yang murni GERD atau asam lambungnya saja yang tinggi dan ada luka-luka dikerongkongannya.

dr. Hasan Mauhaleha mengatakan bahwa ada juga GERD yang berkaitsan psikosomatis.

Baca juga: Risiko Tidak Menggunakan Retainer Setelah Lepas Behel Gigi, Ini Penjelasan drg. Ardiansyah

Jadi dua-duanya memang harus diobati, baik kondisi pikirannya maupun GERD itu sendiri.

Panic Attack dengan GERD juga berhubungan sekali.

Banyak pasien-pasien tercetus panic attacknya karena GERD.

Kondisi nyeri yang mendadak didada tentunya membuat cemas pasien, dan disitulah tercetus paniknya.

Tetap harus megobati GERDnya, walaupun secara endoskopi normal, tapi terkadang ada reflux asam lambung yang tidak menimbulkan luka.

GERD dan panic attack harus diobati, karena panic attack termasuk kelainan psikosomatis yang membutuhkan penanganan khusus.

Sehingga kedua penyakit ini tidak saling mencetuskan satu sama lain.

3 dari 3 halaman

Jika sudah panic attack tentunya pasien bingung dan terkadang susah untuk minum obat.

Jadi GERD harus diterapi dan panic attack harus segera ditangani.

Ini dikutip dari cahnnel YouTube Kompas.com Reporter on Location, bersama dengan dr. Hasan Maulahela, Sp.PD-KGEH. Sabtu (6/3/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved