Breaking News:

Penurunan Aktivitas dan Terlalu Lama Dirumah Menjadi Pemicu Orang Dewasa Merasa Depresi

Tak heran apabila pandemi memicu masyarakat mengalami depresi. Penurunan aktivitas dan terlalu lama dirumah tentu saja menimbulkan rasa jenuh.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang mengalami depresi akibat terlalu lama dirumah 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada kondisi pandemi seperti ini, tingkat masyarakat yang mengalami depresi cukup tinggi.

Pandemi covid-19 membawa banyak perubahan pada kehidupan masyarakat.

Bahkan dampak menurunnya aktivitas yang cukup signifikan membuat sebagian masyarakat cenderung depresi dikarenakan terlalu lama berada dirumah.

Depresi yang dialami orang dewasa bisanya menurunkan aktivitas.

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang dapat menyebabkan perasaan sedih dan dapat menghilangkan semangat.

Tanda berikutnya adalah berhenti menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari.

Perlu diketahui bahwa depresi bukan suatu hal yang wajar, bahkan depresi dapat dikategorikan dalam gangguan kesehatan jiwa.

ilustrasi seseorang yang mengalami depresi akibat terlalu lama dirumah
ilustrasi seseorang yang mengalami depresi akibat terlalu lama dirumah (freepik.com)

Baca juga: drg. Anastasia : Penggunaan Retainer Berfungsi Mempertahankan Kondisi Gigi pada Posisi Idealnya

Beberapa gejala depresi yang dialami masyarakat pada masa pandemi diantaranya adalah:

- Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit

- Kehilangan nafsu makan

2 dari 4 halaman

- Kurang tertarik dengan kegiatan favorit

- Tidak bersemangat dan kelelahan

- Merasa putus asa dan tidak berdaya

Terdapat tiga gejala utama untuk pasien depresi, yaitu :

- Sedih berkepanjangan kira-kira sekitar 14 hari

- Kehilangan energi atau semangat

Baca juga: drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort(K) Beberkan Peran Dokter Gigi Spesialis Orthodonsia

- Kehilangan rasa gembira, dalam bahasa kedokteran disebut dengan anhedonia

Anhedonia alah kehilangan menikmati hobby dan kesukaannya karena menjadi tidak nyaman.

Seseorang yang mengalami anhedonia tiba-tiba murung dan menahan diri, gejala tambahannya adalah tidur terganggu, dan seksual terganggu.

Yang paling dikhawatirkan adalah ide-ide bunuh diri bahkan sampai percobaan bunuh diri.

3 dari 4 halaman

Pada dasarnya bahwa ketika seseorang merasa cemas dan depresi menjadi susah untuk tidur, atau ketika merasa sedih berkepanjangan tidam mampu tidur dalam.

Atau bahkan ketika sudah tidur sebentar lalu terbangun dan tidak bisa tertidur kembali.

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Ririen: Adanya Sariawan Bisa Menimbulkan Nyeri yang Meluas Hingga Demam

Tak hanya kehilangan nafsu makan, terkadang ada seseorang ketika depresi nafsu makan menjadi lebih besar.

Fisik yang terlalu kurus atau terlalu gemuk bisa terkena depresi.

Rasa semangat yang hilang, merasa tidak berdaya, merasa tidak berguna lagi didalam hidup sehingga ingin menghilangkan dirinya atau percobaan bunuh diri.

Seseorang yang rentan menglami depresi bisa dikarenakan kekhawatiran akan terkena covid bahkan mungkin bisa terkena covid, dan dikarenakan faktor ekonomi.

Depresi pada dasarnya seseorang yang mengalami pikulan yang tergolong berat dan diluar kemampuan daya tahan dirinya.

Ketika seseorang terpukul dan merasa tidak mampu untuk menghadapi besarnya beban yang dialami, maka akan mulai muncul gejala depresi.

Baca juga: Makanan dan Minuman Berpengawet Memicu Kanker Payudara? Begini Ulasan dr. Eka Ginanjar

Gejala depresi tersebut barangkali diawali ketika seseorang tersebut terkena covid dan menyangkal atau denial bahwa pemeriksaan tersebut tidaklah benar.

Langkah berikutnya, mungkin mulai marah, lebih menarik diri dan lebih bergeming jika memang benar-benar positif covid-19 merasa bingung harus bagaimana.

4 dari 4 halaman

Keyika seseorang sudah bisa mulai menerima dan tidak menyangkal lagi, gejala depresi seperti 4L, sedih berkepanjangan dan tidak menikmati hobby mulai muncul.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ. Seorang dokter spesialis kedokteran jiwa. Rabu (3/3/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved