Breaking News:

Virus 'Kissing Disease' Sebabkan Multiple Sclerosis, Peradangan Kronis pada Sistem Saraf Pusat

Studi baru dari Harvard University menunjukkan multiple sclerosis bisa disebabkan infeksi Epstein-Barr

style.tribunnews.com
Ilustrasi peradangan pada otak 

TRIBUNHEALTH.COM - Ilmuwan menyebut penyakit multiple sclerosis dapat disebabkan oleh virus umum di balik 'penyakit berciuman' atau 'kissing disease'.

Sebuah studi baru dari Harvard University menunjukkan multiple sclerosis bisa disebabkan infeksi Epstein-Barr, virus herpes yang menyebabkan mononukleosis menular.

Virus tersebut bisa menyebabkan "penyakit berciuman".

Disebut demikian karena sifatnya yang sangat menular melalui air liur.

Infeksi virus  Epstein-Barr dapat menyebabkan kelelahan, demam, ruam, dan kelenjar bengkak, dilansir TribunHealth.com dari Independent.co.uk, Jumat (14/1/2022).

Namun para peneliti mengatakan bahwa virus Epstein-Barr juga dapat membentuk infeksi laten seumur hidup yang mungkin menjadi penyebab utama multiple sclerosis.

Baca juga: Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin: Angka Tertinggi Penderita Tumor Otak adalah Pada Masa Awal Kehidupan

Baca juga: dr. Zainal Mutaqqin Ungkap Semakin Lama Tumor Otak Semakin Besar dan Dapat Menyebabkan Kebutaan

ilustrasi otak normal
ilustrasi otak normal (health.kompas.com)

Multiple sclerosis mempengaruhi 2,8 juta orang.

Hingga kini tidak ada obat yang diketahui untuk penyakit radang kronis pada sistem saraf pusat tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada hari Kamis itu mengamati 955 orang dewasa muda yang didiagnosis dengan multiple sclerosis saat bertugas aktif di militer.

Dibandingkan dengan sampel dari 10 juta anggota militer, mereka menemukan risiko MS meningkat 32 kali lipat setelah terinfeksi virus Epstein-Barr.

Tidak ada virus lain yang meningkatkan risiko MS.

“Hipotesis bahwa EBV menyebabkan MS telah diselidiki oleh kelompok kami dan lainnya selama beberapa tahun, tetapi ini adalah studi pertama yang memberikan bukti kuat tentang kausalitas,” kata penulis senior studi tersebut, Alberto Ascherio, seorang profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard Chan School, dalam siaran pers.

Baca juga: Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS: Adanya Desakan Tumor Otak Bisa Memengaruhi Daya Penglihatan

Baca juga: Gangguan Otak Menyebabkan Gangguan Fungsional, dr. Zainal Mutaqqin: Misalnya Parkinson dan Epilepsi

Ilustrasi otak manusia
Ilustrasi otak manusia (Pixabay)

“Ini adalah langkah besar karena menunjukkan bahwa sebagian besar kasus MS dapat dicegah dengan menghentikan infeksi EBV, dan menargetkan EBV dapat mengarah pada penemuan obat untuk MS.”

Namun, menghentikan Epstein-Barr mungkin sulit, karena sekitar 95 persen orang dewasa terinfeksi virus herpes.

Ascherio mengatakan penundaan antara tertular virus dan mengembangkan gejala MS bisa disebabkan oleh sistem kekebalan yang berulang kali dirangsang ketika virus laten diaktifkan kembali.

Penyakit ini menyebabkan sistem kekebalan menyerang neuron di otak dan sumsum tulang belakang, yang secara permanen dapat merusak sistem saraf pusat.

Dalam kasus yang parah, orang bisa kehilangan kemampuan untuk berjalan.

“Saat ini tidak ada cara untuk mencegah atau mengobati infeksi EBV secara efektif, tetapi vaksin EBV atau menargetkan virus dengan obat antivirus khusus EBV pada akhirnya dapat mencegah atau menyembuhkan MS,” kata Ascherio.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved