Breaking News:

Apakah Anak dengan Hemofilia Bisa Beraktivitas Normal? Simak Penjalasan dr. Novie

Hemofilia merupakan penyakit langka, di mana terdapat kelainan pada darah yang tidak bisa menggumpal secara normal. Hemofilia adalah penyakit menurun.

pixabay.com
ilustrasi anak dengan hemofilia 

TRIBUNHEALTH.COM - Hemofilia adalah penyakit kelainan pada darah, di mana darah tidak dapat membeku atau menggumpal secara normal.

Tubuh yang kekurangan faktor pembekuan darah akan beresiko mengalami hemofilia.

Jika pendarahan terus terjadi, maka hemofilia dapat menyebabkan syok hipofolemik yaitu kegagalan fungsi organ akibat kehilangan darah dalam jumlah yang banyak.

dr. Novie menyampaikan bahwa semua sistem fungsi tubuh diatur oleh gen, gen yang berfungsi mengatur faktor VIII dan faktor IX mengalami kerusakan karena suatu penyebab yang tidak diketahui.

Kerusakan tersebut bisa karena diturunkan, bisa juga karena mutasi spontan.

ilustrasi anak dengan hemofilia
ilustrasi anak dengan hemofilia (pixabay.com)

Baca juga: Bagian Bibir Atas yang Tidak Rapat Bisakah Dikatakan Sumbing? Simak Penjelasan drg. Yossi

dr. Novie mengatakan bahwa pendarahan pada penderita hemofilia sering terjadi pada sendi dan otot.

Apabila penanganan masalah tersebut tidak optimal, sendi tersebut berpotensi mengalami kerusakan.

Perlu diketahui bahwa hemofilia merupakan penyakit yang harus diwaspadai karena penyakit tersebut dapat menimbulkan banyak komplikasi.

Ketika sejak bayi anak mengalami hemofilia berat, maka akan terlihat sejak mereka masih bayi saat belajar merangkak atapun berjalan.

Anak dengan hemofilia berat bisa diketahui dari timbunya memar-memar saat mereka masih merangkak atau belajar berjalan.

Baca juga: Sariawan Merupakan Efek Samping Setelah Dilakukan Penambalan Gigi? Begini Ulasan drg. Anastasia

Seseorang dengan penyakit hemofilia membutuhkan proses edukasi secara terus menerus dan harus melibatkan semua pihak.

dr. Novie menyampaikan bahwa orangtua harus menyampaikan bahwa anak tersebut menyandang hemofilia kepada pengasuh bahkan keluarga besar.

Saat anak sudah memasuki usia sekolah sangat penting untuk memberitahukan kepada guru, dan teman-temannya.

Seiring dengan bertambahnya usia anak, pelan-pelan orangtua harus mengajarkan bahwa anak tersebut mengalami hemofilia dan menjelaskan perihal hemofilia agar anak tersebut memahami hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

dr. Novie juga menyampaikan bahwa secepat mungkin berusaha untuk menuju Profilaksis, terutama untuk anak-anak.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Novie Amelia Chozie. Seorang dokter spesialis anak konsultan hematologi & onkologi. Kamis (22/4/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved