Breaking News:

Mengenal Penyakit Talasemia, Kelainan Pembentukan Sel Darah Merah

Talasemia merupakan penyakit keturunan. Penyakit ini mempengaruhi tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Penderita talasemia umumnya mengalami anemi

grid.id
ilustras sel darah penderita talasemia 

TRIBUNHEALTH.COM - Talasemia merupakan penyakit dimana sel darah merah mudah pecah, normalnya sel darah merah pecah kurang lebih 120 hari.

Berbeda dengan orang normal, seseorang dengan talasemia sel darah merah akan pecah kurang dari 120 hari.

dr. Olga menyampaikan bahwa ketika hendak menjadi pendonor darah bisa dilakukan setelah 120 hari, karena pemecahan sel darah tersebut.

Pada talasemia sel darah pecah kurang dari 120 hari, maka akan mengalami atau mendapat transfusi darah seumur hidup.

Talasemia termasuk penyakit turunan dan sulit disembuhkan, maka seumur hidup harus berteman dengan talasemia.

dr. Olga menyampaikan bahwa talasemia merupakan kelainan pembentukan sel darah merah.

ilustras sel darah penderita talasemia
ilustras sel darah penderita talasemia (grid.id)

Baca juga: Sebelum Melakukan Treatment Tanam Benang dan Tarik Benang, Simak Pesan dari dr. Carryn Miranda

Pada kelainan darah terdapat beberapa jenis masalah, seperti pembentukan sel darah merah yang terganggu atau tidak ada gangguan pada pembentukan darah tetapi pecahnya sel yang berlebihan.

Berbicara tentang talasemia, maka pabriknya yang bermasalah.

Dalam hal ini, pabrik yang dilihat untuk pembentukan darah tersebut adalah didaerah sumsum tulang.

Pada penyakit talasemia, pabrik pembentukan darah yang memang mengalami permasalahan.

Terapat kelainan kelainan darah dimana bukan sel darah merah yang bermasalah tetapi bisa jadi sel darah lain, apakah ada trombosit atau faktor pembekuan darah.

Baca juga: Dr. drg. Munawir H. Usman: Gigi Keropos dan Gigi Berlubang adalah Kondisi yang Saling Berhubungan

Jika terjadi masalah pada faktor pembekuan darah biasa disebut dengan hemofilia.

Penyebab pasti dari penyakit talasemia adalah dari turunan atau genetik, maka gennya yang mengalami masalah.

dr. Olga menyampaikan bahwa kita tidak bisa dikatakan bukan pembawa talasemia jika tidak melakukan pemeriksaan.

Salah satu pemeriksaan prenatal screening atau pemeriksaan sebelum menikah adalah pemeriksaan dari talasemia tersebut yaitu Hb Electrophoresis.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked (Ped)., Sp.S (K). Seorang dokter spesialis anak konsultan hematologi onkologi. Sabtu (20/11/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved