Breaking News:

Tak Hanya Karena Kekurangan Gizi, Lingkungan Termasuk Faktor Penyebab Stunting

Stunting termasuk masalah utama dalam kesehatan. Seringkali stunting terjadi saat masih usia anak-anak bahkan saat masih di dalam kandungan.

freepik.com
ilustrasi pertumbuhan anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Stunting merupakan kondisi yang ditandai oleh tinggi badan anak yang kurang jika dibandingkan dengan usianya.

Dengan kata lain stunting adalah kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek dari teman seusianya.

Salah satu penyebab utama stunting adalah karena kekurangan nutrisi.

Pengaruh lingkungan terhadap terjadinya stunting berkisar 70%.

Beberapa pengaruh lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan kotor, mudah terjadi diare, sarana jamban yang tidak sehat dan tidak tertutup sehingga menajdi sarana lalat.

ilustrasi pertumbuhan anak
ilustrasi pertumbuhan anak (freepik.com)

Baca juga: 3 Bakteri dalam Tubuh Manusia Mungkin Bisa Lawan Infeksi Covid-19

dr. Hasto menyampaikan bahwa dalam feses manusia menganding bakteri E.Colli, sehingga apabila lalat membawa bakteri tersebut dan mencemari air dan air dikonsumi maka akan menyebabkan diare.

Pada keluarga atau lingkungan yang memiliki jamban belum sehat maka kasus diare akan meningkat.

Tidak adanya air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Pengukuran stunting selain dari tinggi badan juga dilihat dari pengukuran perkembangan kemampuan intelek untuk menyesuaikan diri dan merespon terhadap lingkungan yang tidak optimal.

Kecerdasan dan fisik tidak bisa mencapai optimal karena kekurangan gizi atau sering sakit-sakitan.

Baca juga: dr. Muhammad Fiarry Fikaris Bagikan Tips Memilih Skincare yang Tepat Sesuai Kebutuhan Wajah

Tak hanya karena kekurangan gizi atau sering sakit-sakitan, parenting yang tidak baik dapat menyebabkan respon anak tidak optimal.

Sehingga anak stunting berciri-ciri tinggi badan tidak sesuai dengan usianya.

Contoh, pada bayi baru lahir disarankan untuk cek tinggi badan apakah mencapai 48cm, jika tidak mencapai panjang 48cm maka harus waspada.

dr. Hasto menyampaikan jika tidak mengejar kekurangan tinggi badan pada bayi tersebut maka bisa terjadi stunting.

Anak yang mengalami stunting seharusnya bisa tinggi mencapai 170cm tetapi hanya karena 1000 hari kehidupan pertama terganggu, akhirnya tinggi anak hanya mencapai 150cm saja.

Baca juga: Studi Ilmiah Kaitkan Penyakit Gusi dengan Risiko Kesehatan Mental

Anak yang mengalami stunting setelah hari tua akan mengalami sakit seperti darah tinggi, jantung, stroke, dan obesitas pada perut.

Seseorang yang mengalami stunting memiliki fisik yang tidak optimal, intelek yang tidak optimal dan fisik yang sering sakit-sakitan.

Sehingga orang yang mengalami stunting tidak menjadi SDM yang unggul.

dr. Hasto mengatakan bahwa 1000 hari kehidupan pertama merupakan kesempatan terbaik untuk mencegah terjadinya stunting.

Apabila usia anak lewat dari 1000 hari atau usia 2 tahun, maka stunting sudah tidak bisa dicegah.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved