Breaking News:

Mengonsumsi Makanan Lunak Setelah Pemasangan Gigi Palsu Agar Gusi Terhindar dari Iritasi

Umumnya gigi palsu digunakan oleh orang yang sudah berusia lanjut. Namun gigi palsu bisa digunakan usia muda untuk mengatasi hilangnya gigi.

freepik.com
ilustrasi mengnsumsi makanan lunak 

TRIBUNHEALTH.COM - Gigi palsu merupakan alat bantu menggantikan gigi yang hilang.

Penggunaan gigi palsu mampu mengatasi keluhan-keluhan yang muncul yang diakibatkan oleh hilangnya gigi seperti gangguan makan dan berbicara, menurunnya rasa percaya diri.

Jenis dari gigi palsu dibagi menjadi dua, yakni gigi palsu lengkap dan gigi palsu sebagian.

Biasanya gigi palsu dibutuhkan oleh orang yang berusia 60 tahun ke atas.

Karena pada umunya pada usia tersebut gigi sudah mulai terlepas dengan sendirinya.

Tidak hanya pada usia 60 saja, gigi palsu juga dibutuhkan oleh anak-anak dan orang dewasa yang telah kehilangan gigi.

ilustrasi mengnsumsi makanan lunak
ilustrasi mengnsumsi makanan lunak (freepik.com)

Baca juga: dr. Muhammad Fiarry Fikaris Bagikan Tips Memilih Skincare yang Tepat Sesuai Kebutuhan Wajah

Seseorang yang telah kehilangan gigi bisa diatasi dengan penggunaan gigi palsu untuk memperbaiki penampilan.

Apabila gigi palsu masih baik maka perawatan yang bisa dilakukan adalah mengoreksi permukaan gigi palsu dengan menambahkan bahan resin akrilik pada permukaan gigi palsu tanpa mengubah hubungan gigit dari gigi palsu, proses ini dalam kedokteran gigi disebut Relining.

Bila permukaan gigi palsu sudah terlihat buruk karena pemakaian yang sudah lama sekali, sudah dilakukan relining berkali kali maka gigi palsu tersebut dapat dilakukan perawatan dengan mengganti basis gigi palsu dengan basis gigi palsu baru tetapi tanpa mengubah posisi gigi dan hubungan gigi dari gigi palsu tersebut, istilah dalam kedokteran gigi disebut Rebasing.

Baca juga: Gigi Ngilu yang Tajam Disebabkan Oleh Faktor Lain Seperti Gigi Berlubang, dan Gigi Retak

Mengapa setelah pemasangan gigi palsu dianjurkan mengosnumsi makanan lunak?

Berikut adalah penjelasan drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros, dokter gigi spesialis prostodonsia.

drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros seorang dokter gigi yang juga staf dosen di Universitas Hassanudin (Unhas) itu mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahirannya.

Kemudian dia hijrah ke Makassar untuk menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas.

Pada tahun 2004, suami drg. Eka Fatmawati itu melanjutkan pendidikan program profesi dokter gigi di universitas yang sama.

Baca juga: drg. Nadia: Bleaching Akan Cepat Memudar Karena Sering Mengonsumsi Minuman Berkafein

Baru pada tahun 2012, dia mengambil Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia di FKG Universitas Indonesia (UI).

Kini, drg. Muhammad Ikbal Sp.Pros tengah menempuh study Ph.D di China Medical University, Taiwan.

drg. Muhammad Ikbal Sp.Pros aktif menerbitkan makalah di berbagai jurnal ilmiah, dari yang terindeks Sinta hingga Scopus.

drg. Muhmmad Ikbal Sp.Pros pernah diganjar penghargaan dalam Makassar Scientific Meeting VIII , oleh PDGI Cabang Makassar.

Profil lengkap drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros bisa dilihat disini.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih Tidak Menunjukkan Tanda-tanda, Beberapa Orang Tidak menyadari Gejalanya

Pertanyaan:

Dok, adakah alasan medis mengapa setelah pemasangan gigi palsu dianjurkan mengosnumsi makanan lunak?

Anggra, Solo

drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros menjawab:

Hal ini dilakukan agar pasien bisa beradaptasi dalam menggunakan gigi palsunya dan menghindari terjadinya iritasi pada gusi pasien.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved