Breaking News:

Benarkah Demam Berdarah Hanya Dialami oleh Anak-anak saja? Begini Penjelasan dr. Alia

Demam berdarah sering terjadi didaerah tropis. Penyebab demam berdarah ialah virus Genue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

health.kompas.com
ilustrasi anak yang mengalami demma berdarah 

TRIBUNHEALTH.COM - Demam berdarah merupakan penyakit yang menjadi perbincangan masyarakat di tengah pandemi covid-19 karena mengalami peningkatan dan menjadi ancaman berbahaya bagi banyak orang.

Penyakit demam berdarah disebabkan karena virus Genue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Biasanya jenis nyamuk Aedes aegypti ini terdapat di daerah tropis.

Penderita demam berdarah bisa dari semua usia, namun lebih rentan terjadi pada anak-anak, usia lanjut, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

Orang dewasa yang memiliki daya tahan tubuh rendah dan tergigit oleh nyamuk Aedes aegypti bisa tertular penyakit demam berdarah.

ilustrasi anak yang mengalami demma berdarah
ilustrasi anak yang mengalami demma berdarah (health.kompas.com)

Baca juga: Penggunaan Skin Care yang Tidak Sesuai dengan Jenis Kulit Bisa Berakibat Fatal

dr. Alia menyampaikan bahwa rata-rata anak yang berusia dibawah 12 tahun memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang lebih rendah dari orang dewasa.

Gejala dari demam berdarah biasanya ditandai dengan demam tinggi di atas 40 derajat atau lebih.

Demam tersebut berlangsung lebih dari 3 hari atau kurang dari 7 hari.

Selain demam, gejala demam berdarah adalah nyeri otot, mata terasa pegal.

dr. Lia mengatakan jika sudah ditandai dengan mimisan, gusi berdarah, atau adanya pendarhan berarti sudah menandakan kebocoran plasma.

Baca juga: Penggunaan Krim Pemutih Instan dalam Jangka Panjang Akan Berdampak Buruk bagi Kesehatan Kulit

Jika sudah terjadi kebocoran plasma, berarti sudah harus waspada dan harus dilanjut dengan pemeriksaan laboratorium.

Dengan pemeriksaan laboratorium bisa diketahui dari trombosit pasien tersebut apakah terjadi penurunan.

Intensitas demam pada penderita demam berdarah bisa terjadi pada pagi, siang, dan sore hari.

dr. Lia mengatakan bahwa demam berdarah memiliki siklusnya, misalkan pada hari pertama hingga ke dua mengalami demam tinggi dan saat hari ke tiga taupun ke empat mengalami demam tinggi namun jumlah trombosit mengalami penurunan.

Baca juga: Mengenal Clean Aligner, Alat Merapikan Gigi Tanpa Menggunakan Kawat

Jika siklus demam mengalami kenaikan dan penurunan maka perlu diwaspadai.

Saat hari pertama hingga ke tiga, demam mencapai suhu diatas 38 derajat sudah harus diwaspadai.

Bintik-bintik merah pada kulit termasuk tanda-tanda yang sama seperti mimisan, gusi berdarah, bintik-bintik merah pada seluruh badan sudah menjadi tanda kebocoran dari plasma.

Kebocoran dari plasma tersebut bisa muncul di hari ke 3 atau ke empat.

Ketika hendak membawa pasien ke rumah sakit, perlu dipastikan dari kondisinya yaitu terlihat lemas atau tidak, dan terlihat dehidrasi atau tidak karena pasien demam berdarah membutuhkan banyak cairan.

Baca juga: Psikolog Adib Setiawan: Lansia yang Pikun Butuh Perhatian dari Anaknya

Apabila trombosit diatas 100 masih diperbolehkan rawat jalan, namun hal tersebut harus dikontrol setiap hari.

Jika mengalani tanda-tanda kegawatan sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jateng bersama dengan dr. Alia Kusuma Rachman. Seorang dokter umum. Selasa (4/8/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved