Breaking News:

Pemberian Botol Susu dalam Waktu Lama Sebabkan Gangguan Perkembangan Gigi dan Rahang Anak

drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA mentoleransi penggunaan empeng hingga anak berusia 1 atau 2 tahun, begini alasannya.

m.tribunnews.com
Ilustrasi pemberian empeng pada bayi 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada umumnya banyak orang tua yang membiasakan anak untuk minum susu atau minuman lain menggunakan botol susu.

Bahkan dalam semalan bisa memberikan susu menggunakan botol susu sebanyak 2 hingga 3 kali.

Memang terlihat mudah jika memberikan susu menggunakan botol susu, namun tahukah Anda jika kebiasaan ini berdampak buruk pada gigi anak?

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 saat Hamil Akan Membuat Antibodi Bayi Sangat Tinggi, Simak Ulasan dr. Ariani Dewi

Perlu di ketahui jika susu mengandung gula dan karbohidrat, apabila menumpuk terlalu lama pada permukaan gigi dapat menyebabkan terjadinya karies susu botol atau lubang gigi yang disebabkan penumpukkan susu.

ilustrasi rampan karies pada gigi anak, simak ulasan Ilustrasi empeng bayi
ilustrasi rampan karies pada gigi anak, simak ulasan Ilustrasi empeng bayi (pixabay.com)

Tentu kondisi ini akan membuat tampilan gigi pada anak menjadi tidak bagus karena banyak lubang pada permukaannya.

Hal ini disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

Kerusakkan lebih cepat terjadi pada malah hari, lantaran anak mengonsumsi susu menggunakan botol sambil tertidur.

Baca juga: Menggunakan Kawat Gigi selama 8 Tahun, Amankah? Begini Tanggapan Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar

Sehingga menyebabkan sisa susu menempel lebih lama pada permukaan gigi, ditambah orang tua bisa memberikan hingga beberapa botol dalam semalam.

Selain pemberian susu menggunakan botol susu, orang tua juga seringkali memberikan empeng pada anaknya.

Meskipun dalam empeng tidak ada minuman atau makanan, dokter gigi mentoleransi penggunaan empeng hingga anak berusia 1 atau 2 tahun.

Ilustrasi empeng bayi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA sebut dapat mengganggu perkembangan gigi dan rahang
Ilustrasi empeng bayi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA sebut dapat mengganggu perkembangan gigi dan rahang (lifestyle.kompas.com)

Hal ini karena saat anak berada pada fase 2 tahun dan kebiasaan itu tetap diberikan, maka akan menyebabkan gangguan dari perkembangan rahang dan gigi anak.

Dokter menuturkan jika tidak hanya gigi saja yang terganggu, melainkan rahang anak juga akan terganggu.

Kondisi ini bisa terjadi akibat tekanan yang terus menerus mengisap empeng bisa menyebabkan terjadinya kesalahan pola pertumbuhan rahang dan gigi anak.

Baca juga: dr. Mustopa, Sp.PD Jelaskan Penyebab Terjadinya Pankreatitis

Tidak hanya pertumbuhan rahang saja yang terganggu, akan tetapi otot-otot di sekitar wajah menyebabkan tekanan dan rahang atas menjadi sempit.

Meskipun tekanan ringan, frekuensi dan durasi waktu yang sangat lama menyebabkan terjadinya perubahan dari struktur rahang dan gigi anak.

Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA
Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA (Dentamedica care center)

Penjelasan Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved