Breaking News:

drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA Paparkan Proses Terjadinya Karies Susu Botol Pada Anak

Menurut drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA, karies susu botol terjadi akibat interaksi dari 4 komponen.

pixabay.com
ilustrasi seorang anak yang mengalami karies susu botol, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA jelaskan prosesnya 

TRIBUNHEALTH.COM - Karies merupakan istilah kedokteran gigi, dimana masyarakat lebih mengenalnya sebagai gigi berlubang atau rusak.

Karies adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh banyak faktor.

Dokter membenarkan jika panyakit ini merupakan penyakit mulut multifaktorial.

Dimana di dalam rongga mulut adanya interaksi antara gigi dan substrat.

Baca juga: drg. Ummi Kalsum, MH.Kes., Sp.KG Jelaskan Peranan Gigi sebagai Fungsi Oral dan Estetika

Substrat ialah sisa makanan, terutama yang mengandung karbohidrat dan gula.

Selain itu juga terdapat bakteri di dalam rongga mulut.

Memerlukan waktu beberapa saat untuk terjadinya karies pada gigi.

ilustrasi karies gigi anak, simak ulasan drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA
ilustrasi karies gigi anak, simak ulasan drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA (freepik.com)

Hal ini disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA dalam tayangan YouTube Tribun Health yang dilansir oleh Tribunhealth.com program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

Interaksi dari keempat komponen (gigi, sisa makanan, bakteri, dan waktu) ini dalam beberapa waktu akan meyebabkan terjadinya lubang.

"Jadi ada gigi sebagai tuan rumahnya, kemudian ada sisa makanan yang menumpuk dan tidak dibersihkan, kemudian ada bakteri sebagai penyebab terjadinya karies dan ada sejalannya waktu sehingga terjadinya lubang gigi atau karies gigi pada manusia," pungkasnya.

Kini banyak dijumpai kasus karies susu botol pada anak.

Baca juga: Bolehkah Penderita Hipertensi dan Diabetes Melakukan Pemasangan Kawat Gigi? Berikut Ulasan drg. Eddy

Dokter jelaskan jika karies susu botol adalah karies yang terjadi pada anak, terutama pada anak yang mengonsumsi susu dengan menggunakan botol susu.

Saat ini banyak sekali ibu-ibu muda yang meninggalkan anaknya di rumah untuk bekerja di luar rumah.

Sehingga tak sedikit orang tua mensiasati dengan memberikan susu, minuman, atau makanan cair melalui botol.

Akibat frekuensi yang lama pemberian menggunakan botol terutama saat tidur di malam hari akan menyebabkan tumpukan susu yang mengandung gula.

ilustrasi bayi mengonsumsi susu didalam botol
ilustrasi bayi mengonsumsi susu didalam botol (kompas.com)

Gula atau karbohidrat yang melekat dengan permukaan gigi dalam waktu yang lama, sehingga menyebabkan terjadinya karies.

Anak yang minum susu terus menerus tanpa dibersihkan rongga mulutnya terutama pada malam hari, pada akhirnya sisa susu tersebut di fermentasi oleh bakteri.

Akibatnya akan menghasilkan asam, asam ini menyebabkan lapisan permukaan gigi atau email gigi menjadi rapuh.

Baca juga: Penderita Asam Lambung Merasa Tidak Nyaman Saat Konsumsi Makanan Tertentu, Simak Ulasan Ahli Gizi

Jika tidak ditangani secara cepat, maka akan terjadi lubang gigi atau karies.

Hal inilah yang menyebabkan gigi anak berlubang.

Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA
Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA (Dentamedica care center)

Penjelasan Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribu Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved