Breaking News:

Tak Hanya Kulit Menguning, Warna Feses dan Sederet Hal Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit Hati

British Liver Trust menjelaskan sejumlah gejala dan penyebab penyakit hati

Pexels
Ilustrasi warna feses indikasikan penyakit hati 

TRIBUNHEALTH.COM - British Liver Trust menyebut angka kematian akibat penyakit hati meningkat lebih dari 400 persen sejak 1970-an.

Badan tersebut menyebut setiap hari lebih dari 40 orang di Inggris meninggal akibat penyakit ini.

Namun, British Liver Trust menyebut 90 persen penyakit hati bisa dicegah.

Banyaknya angka kematian karena diagnosis yang terlambat, dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk, Selasa (7/12/2021).

Hal ini tak memungkinkan pengobatan atau perubahan gaya hidup oleh penderita.

Karenanya, sangat penting untuk menyadari gejala penyakit hati sehingga bisa mendapatkan perawatan dini.

Bisa dilihar dari warna feses

Ilustrasi buang air besar
Ilustrasi buang air besar (bali.tribunnews.com)

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Jelaskan 11 Organ yang Terkait Diabetes, Liver hingga Otak Manusia

Baca juga: Frekeunsi dan Bau Urine Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Diabetes Tipe 2 hingga Gagal Hati

Salah satu yang bisa menjadi tanda adalah feses.

Jika warnanya hitam pekat dan lembek, ini mungkin menunjukkan adanya penyakit hati berlemak.

Tidak hanya kotoran yang akan terpengaruh, melainkan juga urine.

2 dari 4 halaman

Urine gelap telah diidentifikasi sebagai gejala penyakit hati.

Namun, perlu ditegaskan ini bukan satu-satunya gejala penyakit hati.

Menurut British Liver Trust, berikut ini adalah gejala lain yang harus diwaspadai.

  • Mata dan kulit menguning
  • Mudah memar
  • Pembengkakan di daerah perut bagian bawah
  • Muntah darah
  • Periode kebingungan atau ingatan buruk
  • Kulit gatal
  • Gejala awal termasuk kelelahan dan ketidaknyamanan di daerah kanan atas perut, di mana hati berada.

Penyabab

ilustrasi makanan yang tak sehat
ilustrasi makanan yang tak sehat (wartakota.tribunnews.com)

Baca juga: Alami Penyakit Diabetes dan Rongga Mulut, Apakah Masih Bisa Pasang Veneer? Ini Kata Dokter Gigi

Baca juga: Terlalu Banyak Makan Daging Bisa Picu Berbagai Penyakit, Diabetes hingga Jantung Iskemik

Penyakit liver bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satu faktor utamanya adalah pola makan yang tidak sehat.

Diet yang terdiri dari terlalu banyak gula dan alkohol akan meningkatkan kadar lemak di hati dan peluang untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Hasil selanjutnya dari diet yang tidak sehat adalah penambahan berat badan, faktor lain yang dapat menempatkan seseorang pada risiko kondisi lain.

Misalnya saja diabetes tipe 2.

Mereka yang memiliki kondisi ini lebih mungkin mengembangkan penyakit hati.

3 dari 4 halaman

Faktor risiko lainnya adalah tiroid yang kurang aktif.

Tiroid menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme tubuh.

Tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan penambahan berat badan dan karenanya meningkatkan risiko liver.

Penyakit hati tidak hanya mempengaruhi mereka yang kelebihan berat badan.

Siapa pun dapat mengembangkan penyakit hati bahkan jika memiliki berat badan yang sehat.

Resistensi insulin

Ilustrasi insulin untuk penderita diabetes
Ilustrasi insulin untuk penderita diabetes (jogja.tribunnews.com)

Baca juga: Covid-19 Bisa Serang Pankreas, Penyintas Dapat Alami Diabetes karena Produksi Insulin Terganggu

Baca juga: Virus Corona Bisa Serang Pankreas, dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD Sebut Produksi Insulin Jadi Terganggu

Faktor risiko utama terakhir adalah resistensi insulin.

Di sini, sel-sel di otot, lemak, dan hati tidak dapat dengan mudah mengambil glukosa dari darah.

Ini merusak kemampuan insulin untuk menekan lipolisis, salah satu proses di mana lemak dipecah.

Tidak ada pengobatan medis yang disepakati untuk penyakit hati, tetapi memperbaiki pola makan, meningkatkan olahraga, dan menurunkan berat badan akan membantu hati untuk pulih.

4 dari 4 halaman

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved