Breaking News:

Psikolog Ungkap Pernikahan Dini Memicu Gangguan seperti Baby Blues hingga Postpartum Depression

Psikolog, Irma Gustiana ungkap jika pernikahan dini dapat menghambat proses perkembangan dan pertumbuhan sebagai seorang wanita yang berdaya.

wow.tribunnews.com
Ilustrasi baby blues akibat melakukan pernikahan dini, simak ulasan Psikolog, Irma Gustiana 

TRIBUNHEALTH.COM - Pernikahan dini dianggap dapat merugikan kaum wanita.

Psikolog memaparkan jika banyak sekali kasus-kasus yang mengalami gangguan psikologis seperti Baby blues, Postpartum depression, serta para wanita kehilangan hak-haknya.

Dimana wanita kehilangan hak mengikuti pendidikan dan mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Sikat Gigi Kurang Tepat Bisa Sebabkan Gigi Berlubang, Begini Penjelasan drg. Zaida Dahlia Wattimena

Kondisi ini dapat menghambat proses perkembangan dan pertumbuhan sebagai seorang wanita yang berdaya.

Sehingga pada beberapa kasusnya akhirnya mengalami kesulitan untuk bisa mengembangkan diri.

Ilustrasi pernikahan dini di kalangan remaja, simak ulasan Psikolog, Irma Gustiana
Ilustrasi pernikahan dini di kalangan remaja, simak ulasan Psikolog, Irma Gustiana (Pixabay)

Hal ini disampaikan oleh Psikolog, Irma Gustiana dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat.

Ketika ia tidak bisa mengaktualisasikan diri, maka akan memberikan dampak ke hal-hal lainnya.

Pada akhirnya ia bisa saja melakukan kekerasan kepada anaknya.

Baca juga: 4 Gejala Sembelit dan Kemungkinan Penyebabnya, Kurang Makan Serat hingga Efek Samping Obat

Hal ini karena ia tidak siap secara mental untuk bisa mengasuh anak dan kemudian tidak adanya dukungan dari pasangan maupun pihak keluarga.

Kondisi inilah yang dapat merugikan pada wanita saat menjalankan pernikahan dini.

Ilustrasi pernikahan dini yang memicu terjadinya baby blues pada wanita
Ilustrasi pernikahan dini yang memicu terjadinya baby blues pada wanita (style.tribunnews.com)

Psikolog mengatakan jika banyak sekali remaja yang meminta dispensasi untuk menikah di masa pandemi ini.

Lantaran pada masa pandemi remaja minim aktivitas, tidak memiliki kegiatan apapun sehingga memicu terjadinya kehamilan di luar nikah.

Baca juga: dr. Reisa Broto Asmoro Ajak Masyarakat Jadikan 2022 Sebagai Tahun Terakhir Pandemi di Indonesia

Mayarakat dan orang tau perlu memberikan edukasi yang tepat terhadap anak-anak.

Baik edukasi seksual dan kesehatan reproduksi serta mengarahkan anak pada berbagai aktivitas yang membuat anak tidak fokus pada hal-hal yang tidak diharapkan.

Ilustrasi pernikahan dini di kalangan remaja
Ilustrasi pernikahan dini di kalangan remaja (kompasiana.com)

Baca juga: Alasan Perlu Tindakan Tambal Gigi Sementara, Ketahui Penjelasan dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Penjelasan Psikolog, Irma Gustiana dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 09 Juni 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved