Breaking News:

Gigi Gingsul Dianggap Sebagai Anomali, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Paparkan Penanganan yang Tepat

Menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengatasi gigi gingsul.

Pexels.com
Ilustrasi konsultasi dengan dokter gigi untuk menangani gigi gingsul, simak ulasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati 

TRIBUNHEALTH.COM - Gigi gingsul termasuk salah satu jenis maloklusi gigi.

Dimana maloklusi merupakan suatu kondisi ketika gigi tidak tumbuh di tempat yang benar dan sejajar.

Selain itu, gigi gingsul juga bisa terjadi karena tempat gigi tumbuh terlalu sempit.

Baca juga: dr. Melanie Rakhmi Mantu Jelaskan Syarat Anak Usia 6-11 Tahun yang Bisa Menerima Vaksin COVID-19

Sehingga menyebabkan gigi tumbuh bergeser dari tempat yang seharusnya.

Pasalnya gigi gingsul dianggap membuat senyum seseorang menjadi tidak bagus karena posisi gigi yang tidak rata dan mulut terlihat penuh.

Ilustrasi gigi gingsul
Ilustrasi gigi gingsul (tribunnews.com)

Namun pada beberapa kasus, gigi gingsul dapat menaikkan rasa percaya diri.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews Bogor program Sapa Dokter.

Gigi gingsul atau gigi yang menumpuk merupakan gigi yang tidak pada lokasinya dan biasa dianggap sebagai anomali.

Baca juga: BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Simak Ulasan Selengkapnya

Jika terjadi kasus anomali lebih lanjut baik berupa anomali fisik maupun anomali terkait rasa tidak nyaman dimana pemilik gigi gingsul merasa tidak nyaman sebaiknya sesegera mungkin dikonsultasikan dan dirawat atau diperbaiki posisinya.

Pencabutan bukanlah merupakan satu satunya jalan.

Karena bisa jadi gigi gingsul merupakan gigi taring permanen.

Jika dicabut dapat mengubah bentuk wajah.

Ilustrasi konsultasi dengan dokter gigi
Ilustrasi konsultasi dengan dokter gigi (Freepik.com)

Pencabutan gigi permanen terlebih gigi yang merupakan kunci oklusi harus dengan pertimbangan khusus dan tidak asal dicabut saja.

Pasien harus berkonsultasi dengan dokter gigi yang berkompeten.

Baca juga: Benarkah Gejala Peradangan Vagina Berupa Rasa Gatal Terbakar? Begini Ulasan dr. Binsar Martin Sinaga

Sehingga dokter gigi bisa menghitung, melihat, dan melakukan pemeriksaan lengkap serta tindakan lain untuk melengkapi diagnosis.

Diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen.

Dengan begitu dokter bisa menentukan apakah gigi tersebut perlu dipertahankan atau tidak.

Profil drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
Profil drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (Tribunnews.com)

Apabila tidak bisa dipertahankan, dokter bisa menentukan tindakan yang tepat.

Baca juga: Benarkah Rasa Nyeri saat Menstruasi Memengaruhi Kesuburan? Begini Ulasan dr. Binsar Martin Sinaga

Penjelasan Dokter Spesialis Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews Bogor program Sapa Dokter edisi 10 September 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved