Breaking News:

Berbagai Perawatan Sleep Apnea Obstruktif, Pakai Alat CPAP atau Cukup Lakukan 'Terapi Posisi'

Untuk memilih perawatan mana yang paling sesuai, baiknya telah dikomunikasikan dengan dokter terlebih dulu

Kompas.com
Ilustrasi penderita sleep apnea menggunakan alat 

TRIBUNHEALTH.COM - Perawatan sleep apnea obstruktif bisa berbeda, tergantung kondisi pasien.

Salah satu cara yakni dengan menggunakan continuous positive airway pressure, atau CPAP.

Alat ini mendorong udara ke paru-paru melalui masker hidung.

Prinsipnya, CPAP membantu menjaga jalan napas agar tidak terhalang sepanjang malam, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Penurunan berat badan dapat secara signifikan mengurangi atau bahkan menghilangkan sleep apnea obstruktif.

Pasalnya ketika berat badan turun akan disertai hilangnya massa jaringan di mulut, lidah, dan leher.

Itu semua dapat mengurangi tekanan pada jalan napas.

Baca juga: Selain Menjaga Pola Hidup Sehat, Menghindari Stress Adalah Cara Pencegahan Sleep Apnea

Baca juga: Dua Obat Diyakini Bisa Ringankan Gejala Sleep Apnea, Masih Diperlukan Penelitian Lanjut

ilustrasi penderita sleep apnea
ilustrasi penderita sleep apnea (tribunnews.com)

Dokter juga dapat meresepkan alat oral yang dirancang untuk memperbesar jalan napas dengan menggerakkan lidah atau rahang ke depan.

Jika masalah anatomi, seperti polip hidung, amandel yang membesar, atau kelenjar gondok atau septum yang menyimpang, berkontribusi terhadap apnea, pembedahan mungkin direkomendasikan.

Kasus-kasus sleep apnea yang ringan mungkin bisa diatasi dengan "terapi posisi".

Terapi ini merupakan sebuah cara untuk menjaga posisi tidur miring, alih-alih terlentang.

Hal tersebut diyakini dapat meningkatkan aliran jalan napas dan mengurangi dengkuran.

Baca juga: Seseorang yang Memiliki Amandel Besar dan Lidah Besar Beresiko Mengalami Sleep Apnea

Baca juga: Studi: Gangguan Sleep Apnea Terkait dengan Lemak Lidah yang Kerap Dialami Orang Obesitas

ilustrasi penderita sleep apnea
ilustrasi penderita sleep apnea (kompas.com)

"Saya penggemar berat solusi buatan sendiri yang sederhana, seperti menjahit bola tenis ke bagian belakang piyama agar orang tidak membalikkan badan," kata Dr. Raj Dasgupta.

Dia adalah seorang profesor kedokteran klinis di Keck School of Medicine di University of Southern California.

"Anda bisa menjadi lebih kreatif dengan memasang bra pada seseorang secara terbalik dan kemudian memasukkan bola tenis ke dalam cangkir," saran Rebecca Robbins, seorang instruktur di divisi obat tidur untuk Harvard Medical School.

Untuk memilih perawatan mana yang paling sesuai, baiknya telah dikomunikasikan dengan dokter terlebih dulu.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved